Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot merayakan hasil Pemungutan Suara Rakyat Israel pada 27 Oktober 2026.
DOHA— Pemimpin Negara Israel Isaac Herzog secara resmi menunjuk mantan Panglima Angkatan Bersenjata Israel, Gadi Eisenkot, untuk membentuk pemerintahan baru. Keputusan ini sekaligus menyingkirkan rival lamanya yang Bahkan perdana menteri petahana, Benjamin Netanyahu.
Juru bicara kepresidenan mengonfirmasi bahwa Herzog Sudah menyampaikan keputusan tersebut kepada Eisenkot pada Sabtu malam dan menyerahkan mandat resmi dalam upacara di kediamannya pada Ahad(8/11/2026) waktu setempat seperti dilansir dari Al Jazeera.
Langkah ini diambil setelah Herzog menggelar konsultasi maraton dengan berbagai fraksi politik pascapemilu legislatif 27 Oktober lalu, yang berakhir tanpa pemenang mayoritas mutlak.
Eisenkot, yang memimpin Partai Yashar, mendapat dukungan dari 67 anggota parlemen (Knesset)—termasuk dari kelompok partai Arab. Di sisi lain, Netanyahu hanya meraup 46 dukungan.
Sesuai aturan ketatanegaraan Israel, Eisenkot memiliki waktu 28 hari—dengan opsi perpanjangan 14 hari—untuk merajut Gabungan minimal 61 dari total 120 kursi Knesset Supaya bisa dapat meloloskan pemerintahan baru.
Peta Kekuatan dan Opsi Gabungan
Dalam Pemungutan Suara Rakyat Oktober lalu, aliansi empat partai yang digawangi Eisenkot meraih 48 kursi. Sementara itu, blok kanan-religius yang dipimpin Netanyahu mengamankan 53 kursi. Kedua kubu sama-sama gagal menembus batas minimum 61 kursi.
Di sisi lain, Gabungan partai Arab yang mewakili warga Palestina berwarganegara Israel mencetak Catatan Unggul sejarah dengan mengamankan 19 kursi.
Eisenkot sejauh ini menolak membentuk Gabungan formal bersama partai-partai Arab—yang Pada dasarnya bisa langsung mengamankan 67 kursi. Strategi yang paling realistis baginya Merupakan merangkul dua partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism dan Shas, untuk mengunci tepat 61 kursi.
Alternatif lainnya, ia dapat membentuk pemerintahan minoritas Bila berhasil memenangkan pemungutan suara kepercayaan (vote of confidence) di Knesset.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











