Gabungan Arab Siap Dukung Oposisi untuk Gulingkan Netanyahu


TELAVIV – Gabungan partai partai Arab di Israel menyatakan kesediaannya Membantu kubu oposisi untuk mengakhiri pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dukungan tersebut dinilai dapat menjadi penentu pembentukan pemerintahan baru setelah Pemungutan Suara Rakyat legislatif Israel pada 27 Oktober 2026.

Pemimpin Joint List, Yousef Jabareen, mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan kubu oposisi untuk menyingkirkan Netanyahu dan Gabungan sayap kanannya. Menurut Ia, hasil Pemungutan Suara Rakyat kali ini membuka peluang bagi perubahan arah politik Israel. 

“Kami Nanti akan mempertimbangkan kemungkinan Menyediakan dukungan dari luar pemerintahan untuk menyingkirkan pemerintahan ekstrem Netanyahu,” ujar Jabareen dalam wawancara dengan The Guardian, Senin (2/11/2026).

Dalam Pemungutan Suara Rakyat tersebut, Gabungan pendukung Netanyahu hanya memperoleh 53 kursi, turun dari 68 kursi pada priode sebelumnya. Sementara itu, kubu oposisi yang dipimpin Gladi Eisenkot meraih 48 kursi. Adapun partai partai Arab memperoleh total 19 kursi, terdiri atas Joint List dengan 11 kursi dan Ra’am sebanyak delapan kursi.

Hasil tersebut membuat partai partai Arab berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan baru. Sebab, tidak ada kelompok politik yang berhasil mengamankan mayoritas 61 kursi dari total 120 kursi Knesset atau parlemen Israel.

Meski menyatakan siap Membantu oposisinya, jabareen menegaskan Joint List tidak berencana bergabung langsung dalam pemerintahan. Ia menilai, selama pendudukan Israel atas Wilayah Palestina di Tepi Barat masih berlangsung, partainya tidak dapat menjadi bagian dari Gabungan pemerintahan.

 

Tidak seperti, Joint List membuka peluang Menyediakan dukungan dari luar melalui dari pemungutan suara di parlemen. Jabareen berharap kerja sama tersebut dapat mendorong perubahan kebijakan, termasuk mengakhiri diskriminasi terhadap warga Arab di Israel.

Ia Bahkan menyorotinpersoalan keamanan, Pelanggaran Hukum, serta keterbatasan Pembangunan di komunitas Arab. Menurutnya, pemerintahan baru Dianjurkan Menyediakan perhatian yang lebih besar terhadap Pendidikan, Pembangunan kota, dan kesejahteraan masyarakat Arab.

Di sisi lain, Upaya membentuk Gabungan oposisi masih menghadapi Sebanyaknya tantangan. Gadi Eisenkot dan Sebanyaknya pemimpin oposisi sebelumnya menetapkan syarat bagi partai partai Arab yang ingin bekerja sama Bersama partai Arab Merupakan pemimpin Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman.

Kepala Negara Israel Isaac Herzog dijadwalkan mulai meminta rekomendasi para pemimpin partai pada Rabu untuk menentukan kandidat yang Nanti akan diberi mandat pertama membentuk pemerintah baru. Di Tengah proses tersebut, dukungan partai partai Arab berpotensi menjadi faktor penting dalam menentukan arah politik Israel ke depan.


sumber : Mg-167

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้