Pemimpin Negara Amerika Serikat Donald Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih, Senin (31/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pemimpin Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump Menyediakan peringatan keras pada Ahad (20/9/2026) bahwa dirinya Sudah memasuki “fase pengambilan keputusan” yang sangat krusial terkait Konflik Bersenjata yang tengah berlangsung dengan Iran. Ia memperingatkan bahwa “perkembangan besar” Nanti akan segera terjadi Bila Teheran gagal mengubah sikap dan perilakunya.
“Pertanyaannya Merupakan apakah dan kapan saya Nanti akan menghancurkan seluruh negara itu? Mereka sebaiknya menjaga sikap,” kata Trump kepada jaringan televisi AS, Fox News, saat merinci pendekatannya terhadap konflik tersebut.
Pemimpin Negara AS itu menjelaskan opsi yang dimilikinya Pada saat ini mencakup menghancurkan negara tersebut sepenuhnya, membiarkannya “membusuk” secara ekonomi, atau merundingkan sebuah kesepakatan damai.
Ia menambahkan bahwa “hal-hal yang sangat besar Nanti akan terjadi dalam waktu dekat”.
Ketika ditanya mengenai Sidang Majelis Umum PBB yang dimulai pada Senin (21/9/2026) Trump mengisyaratkan kesediaannya untuk menempuh jalur Hubungan Luar Negeri. Ia menyatakan “kemungkinan terbuka” untuk menggelar pertemuan dengan Pemimpin Negara Iran Masoud Pezeshkian.
Menanggapi ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, Trump menegaskan bahwa Washington terus menjalin komunikasi intensif dengan kelompok Houthi di Yaman.
Langkah ini menyusul serangan rudal balistik terbaru yang dilancarkan Houthi ke wilayah Arab Saudi.
Menurut Trump, kelompok tersebut Sudah sepakat untuk tidak menyerang atau terlibat konfrontasi dengan pasukan militer AS.
Loading…
sumber : Antara, Anadolu
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











