Rumah Pilot Pesawat ATR 42-500 Jatuh Dipenuhi Karangan Bunga


Tangerang, CNN Indonesia

Sebanyaknya karangan bunga ucapan duka cita mulai memenuhi rumah Pilot Pesawat ATR 42-500, Captain Andy Dahananto, di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (20/1).

Pantauan CNNIndonesia.com di rumah Captain Andy, karangan bunga terus berdatangan dari para kerabat, rekan seprofesi, Sampai saat ini pejabat daerah.

Karangan bunga itu dipajang di depan rumah, meski Sampai saat ini Pada Di waktu ini belum ada kepastian mengenai kondisi Captain Andy usai kecelakaan pesawat di Sulsel.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa karangan bunga itu berasal dari Pemimpin Negara Direktur Lion Group Captain Daniel Putut, Juanda Flying School Batch 6, unsur pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang, DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, Sampai saat ini Wakil Bupati Tangerang.





Adik ipar Captain Andy, Agus Mahardiyanto mengatakan pihak keluarga masih menunggu informasi resmi dari pihak berwajib mengenai perkembangan proses pencarian para korban.

“Belum ada informasi terbaru. Sampai Hari Ini kami masih menunggu kepastian informasi dari otoritas terkait,” kata Agus di rumah duka.

Agus menyebut, istri dan anak sulung Captain Andy masih berada di Makassar, Sulsel, untuk menjalani pencocokan DNA terhadap Sebanyaknya korban yang Pernah terjadi ditemukan.

“Keluarga belum pulang, masih di sana,” ujarnya.

Agus meminta publik untuk Membantu mendoakan Supaya bisa proses pencarian dapat berjalan lancat sehingga para korban dapat segera ditemukan.

“Mohon doa ya, mudah-mudahan segera ada kabar baik,” ujarnya.

Agus menjelaskan, pesawat ATR 42-500 yang diterbangkan Captain Andy dijadwalkan mendarat di Makassar pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 12.17 WIB.

Tidak seperti Sampai saat ini satu jam kemudian, pesawat tersebut belum mendarat dan dinyatakan hilang kontak oleh pihak maskapai.

“Secara feeling, kalau yang dalam dunia penerbangan yang namanya hilang kontak, ya Tidak mungkin tidak ada sesuatu yang tidak biasa,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport mengalami kecelakaan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Maros, Sulsel, saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta – Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat tersebut membawa 10 orang. Sampai saat ini Pada Di waktu ini, dua jenazah Pernah terjadi ditemukan, sementara proses pencarian dan identifikasi korban lainnya masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.(dod)

(fra/dod/fra)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version