loading…
Tari Enggang dari Kaltim dibawakan oleh 11 anggota Bakul Kearifan Lokal Nusantara, di FIB UI, Minggu, 13 September 2026, dalam rangka HUT ke-4 Bakul Kearifan Lokal Nusantara. Foto: Dok FIB UI
Manakala 7 September diperingati sebagai Hari Tenun Nasional Mengikuti Keppres No. 18 Tahun 2021, maka 3 September 2022 Merupakan hari lahir BBN. Di usia keempat, BBN yang didukung Kementerian Kebudayaan RI dan Badan Penghubung Provinsi Kalsel ini memilih Kalimantan sebagai cerminan komitmennya pada pemajuan kebudayaan.
“Bakul Kearifan Lokal Nusantara menyadari betul pentingnya berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan misi organisasi. Tahun ini kami mengangkat Kearifan Lokal Kalimantan, mulai dari masyarakat Singkawang yang toleran, permainan tradisional yang edukatif, seni tari dan musik yang kaya, Sampai sekarang wastranya yang memukau, termasuk tenunnya,” tutur Ketua Umum BBN, Dewi Fajar Marhaeni.
Panggung Kolaborasi dan Kepedulian
Hari pertama diisi dengan workshop Tari Japin Rantauan dari Kalsel yang diikuti sekitar 100 peserta. Tarian dengan pola langkah empat ini dipandu oleh Sri Hermina atau Kak Mimin. Sesi dilanjutkan dengan Tari Manasai dari Kalteng oleh Sufiania Naya Subrata.
Kehadiran perwakilan Kementerian Kebudayaan RI menjadi penegas pentingnya kegiatan ini. Judi Wahjudin, Sekretaris Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, menilai apa yang dilakukan BBN Merupakan model pelestarian yang ideal. “Kegiatan BBN Merupakan upaya pelestarian Kearifan Lokal melalui ruang edukasi bagi masyarakat secara lebih dekat,” ujarnya.
Selain workshop, ada pameran “Keliling Kalimantan” berisi koleksi kerajinan fotografer Ati Bachtiar dan Anjungan Kalsel TMII, bazar Makanan Nusantara, Sampai sekarang Beauty Class. Di tengah kemeriahan itu, BBN mengajak pengunjung berdonasi untuk penanganan dampak karhutla Kalimantan.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











