Kelola Obesitas Tak Bisa Instan, BPOM-Novo Nordisk Ingatkan Bahaya Medis Abal-abal

Jakarta

Keinginan untuk menurunkan berat badan dengan Unggul kerap membuat berbagai produk pelangsing yang Menyajikan hasil instan terlihat menggiurkan. Produk semacam ini Bahkan semakin mudah ditemukan, termasuk melalui penjualan online dan promosi di media sosial.

Padahal, obesitas merupakan penyakit kronis yang penanganannya membutuhkan proses. Dokter mengingatkan Supaya bisa upaya menurunkan berat badan tidak dilakukan dengan diet ekstrem atau sembarangan mengonsumsi Medis yang belum jelas keamanannya.

Hal tersebut dibahas dalam Health Corner bertema “Kelola Obesitas Secara Unggul tinggi, Waspada Produk Medis Abal-abal“, Jumat (14/8/2026).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diet Ekstrem Bukan Jalan Keluar

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Brawijaya dr Prinindita Artiara Dewi, B.MedSc, SpGK mengatakan salah satu kesalahan yang masih dilakukan dalam upaya menurunkan berat badan Merupakan memangkas asupan makanan secara ekstrem.

Pola tersebut antara lain makan hanya satu kali sehari atau menghilangkan kelompok makanan tertentu seperti karbohidrat.

“Misalnya satu kali makan sehari atau memilih-milih makanannya. Jadi tidak Ingin makan karbohidrat sama sekali, hanya makan protein saja misalnya contohnya seperti itu,” ujar dr Prinindita dalam Health Corner, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, tubuh tetap membutuhkan berbagai zat gizi untuk menjalankan fungsi dengan baik. Karbohidrat dibutuhkan sebagai salah satu sumber energi, sementara protein berperan sebagai zat pembangun. Lemak, serat, vitamin dan mineral Bahkan tetap diperlukan.

Pola makan dalam program penurunan berat badan Bahkan Sangat dianjurkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan energi dan protein dapat berbeda Sesuai ketentuan kondisi tubuh dan aktivitas sehari-hari.

“Yang penting itu Merupakan kita makan cukup sesuai dengan kebutuhan kita. Makanya diperlukan personalize diet untuk setiap masing-masing individu,” jelasnya.

Spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK Foto: Ari Saputra/detikHealth)

Obesitas Bukan Sekadar Kurang Disiplin

Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia dr Riyanny Meisha Tarliman mengatakan anggapan bahwa obesitas hanya terjadi karena kurang disiplin Bahkan Sangat dianjurkan diluruskan.

Ada faktor genetik, ketidakseimbangan hormonal dan berbagai faktor lain yang dapat berperan. Kondisi tersebut membuat Dalang obesitas Sangat dianjurkan dicari terlebih Di masa lampau Supaya bisa penanganannya dapat disesuaikan.

“Sains menunjukkan bahwa obesitas Merupakan penyakit kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk faktor biologis, genetik, lingkungan, dll., dan seringkali membutuhkan konsultasi dengan dokter. Kami menghadirkan www.NovoCare.id Supaya bisa masyarakat memiliki akses ke informasi berbasis sains untuk memahami obesitas dengan lebih baik, sekaligus akses untuk terhubung dengan dokter yang dapat Membantu penanganan obesitas secara tepat,” kata dr Riyanny.

Novo Nordisk berkomitmen lebih dari 20 tahun di Indonesia melalui edukasi, kolaborasi, dan inovasi bersama pemerintah, regulator, tenaga kesehatan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

dr Prinindita menjelaskan obesitas Sangat dianjurkan dipahami sebagai penyakit kronis. Kondisi tersebut berkembang secara perlahan dan berkaitan dengan kelebihan lemak dalam tubuh.

Penyebabnya Bahkan beragam. Obesitas dapat dipengaruhi faktor Pola Hidup, penggunaan Medis tertentu Sampai saat ini gangguan hormonal seperti hipotiroid dan sindrom Cushing.

Karena itu, penanganannya Sangat dianjurkan dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat angka pada timbangan, tetapi Bahkan Sangat dianjurkan menilai komposisi tubuh dan kemungkinan adanya penyakit penyerta.

Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia dr Riyanny Meisha Tarliman Foto: Ari Saputra/detikHealth

Penanganan Obesitas Tidak Hanya dengan Medis

Penanganan obesitas memiliki beberapa pilar. dr Riyanny menjelaskan modifikasi Pola Hidup menjadi bagian penting, kemudian terapi farmakologi dapat diberikan bila memang diperlukan. Pada kondisi tertentu, tindakan operasi bariatrik Bahkan dapat menjadi pilihan.

Penentuan terapi dilakukan Sesuai ketentuan kondisi masing-masing. Dokter Sangat dianjurkan melihat komposisi tubuh serta penyakit penyerta seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular sebelum menentukan penanganan.

“Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai,” jelas dr Riyanny.

Karena itu, ketika upaya menurunkan berat badan secara mandiri Pernah dilakukan tetapi tidak berhasil, konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan. Evaluasi diperlukan untuk melihat faktor yang masih terlewat dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jangan Asal Minum Medis Pelangsing

Keinginan mendapatkan hasil Unggul Bahkan dapat membuat produk penurun berat badan yang beredar secara online menjadi pilihan. Padahal, tidak semua produk yang dipasarkan Pernah terjadi memenuhi Syarat keamanan dan memiliki izin edar.

Kepala Badan Pengawas Medis dan Makanan (BPOM) Prof Dr dr Taruna Ikrar, M.Biomed mengingatkan masyarakat Supaya bisa tidak mudah percaya terhadap promosi produk kesehatan, termasuk yang dilakukan influencer.

Menurutnya, promosi di media sosial terkadang disertai klaim berlebihan atau overclaim. Karena itu, informasi dari review tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar untuk menggunakan Medis penurun berat badan.

Prof Taruna Bahkan mengingatkan Supaya bisa penggunaan Medis penurun berat badan disesuaikan dengan Syarat. Bila Medis tersebut membutuhkan resep, penggunaannya Sangat dianjurkan melalui konsultasi dengan dokter.

Hal serupa Bahkan disampaikan dr Prinindita. Ia mengingatkan masih ada Medis yang Pernah terjadi ditarik dari peredaran sejak 2010 tetapi menurutnya masih ditemukan beredar.

Penggunaan Medis yang Pernah ditarik Niscaya membawa risiko karena produk tersebut tidak lagi diperbolehkan beredar.

Kepala Badan Pengawas Medis dan Makanan (BPOM) Prof Dr dr Taruna Ikrar, M.Biomed Foto: Ari Saputra/detikHealth

Pastikan Produk dengan Cek KLIK

Untuk menghindari produk ilegal atau bermasalah, Prof Taruna mengingatkan masyarakat menerapkan Cek KLIK sebelum membeli Medis maupun produk kesehatan.

Cek KLIK mencakup Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.

Kemasan Sangat dianjurkan diperiksa untuk memastikan kondisinya sesuai. Label Bahkan Sangat dianjurkan dibaca, termasuk informasi mengenai indikasi atau peruntukan produk.

Selanjutnya, pastikan produk memiliki izin edar dan masih dalam masa berlaku. Produk yang Pernah terjadi melewati tanggal kedaluwarsa Bahkan tidak boleh digunakan.

“Pastikan kata BPOM yang kedua Niscaya. Apa kata BPOM? Pastikan cek klik, kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa,” ujar Prof Taruna.

Prof Taruna Bahkan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan barcode pada kemasan. Seandainya setelah dipindai justru mengarah ke laman yang tidak berkaitan dengan BPOM, produk tersebut patut dicurigai dan dapat dilaporkan.

Jangan Tergiur Hasil Instan

Penurunan berat badan pada obesitas membutuhkan proses. dr Riyanny mengatakan obesitas berkembang dalam waktu panjang sehingga penanganannya Bahkan tidak dapat diharapkan selesai dalam waktu singkat.

“Namanya kronis tidak dari kemarin tiba-tiba hari ini saya obes, maka penyelesaiannya Bahkan tidak kemudian hari ini besok saya selesai. Pengelolaan obesitas Sangat dianjurkan berbasis sains, melibatkan tenaga kesehatan, dan mempertimbangkan dampak dan manfaat jangka panjang (long-term health),” tuturnya.

Perubahan Pola Hidup Sangat dianjurkan dilakukan secara bertahap Supaya bisa dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Olahraga Bahkan Sangat dianjurkan disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Pada kondisi tertentu, misalnya ketika Pernah mengalami gangguan lutut, jenis Olahraga Sangat dianjurkan disesuaikan Supaya bisa perubahan Pola Hidup tetap dapat dilakukan tanpa memperburuk keluhan yang ada.

dr Prinindita menekankan konsistensi Bahkan diperlukan dalam menjalani terapi obesitas. Tujuannya tidak berhenti pada penurunan berat badan, tetapi Bahkan mempertahankan hasil dan mencegah berat badan kembali meningkat.

“Memang diperlukan konsisten yang pertama itu sangat penting sekali, istikomah, Sekaligus komitmen,” pungkas dr Prinindita.

(mal/up)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version