Jakarta –
Ajang Duel kebugaran HYROX yang digelar di Beijing, China, mendadak panen kritik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi karena insiden seorang Olahragawan buang air besar di celana (soiled herself) di tengah Kejuaraan.
Pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf usai membiarkan seorang Olahragawan melanjutkan Duel Sampai sekarang garis finish.
Kejadian tersebut melibatkan Olahragawan asal Australia, Joanna Wietrzyk. Dalam foto dan video yang beredar luas di media sosial, tampak kaki dan sepatu Wietrzyk ternoda cairan kotoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia tetap melanjutkan perlombaan, menggunakan alat-alat gym, Sampai sekarang Pada akhirnya keluar sebagai pemenang tanpa ada intervensi dari panitia. Aksi membiarkan Olahragawan tetap bertanding ini memicu kemarahan netizen, terutama terkait masalah kebersihan dan risiko kesehatan bagi peserta lain.
Pasalnya, Olahragawan lain Sangat dianjurkan berbagi fasilitas dan menyentuh matras, pegangan alat, Sampai sekarang lintasan lari yang Sebelumnya terkontaminasi.
“Mengapa mereka tidak memikirkan kesehatan peserta lain dan masyarakat umum?” Keluhan Masyarakat salah satu netizen di platform Weibo.
“Seorang Olahragawan asing mengalami diare, mengotori lintasan, dan tetap menang. Ini bentuk anak Emas untuk Olahragawan asing,” timpal netizen lainnya.
Panitia Mengaku Salah dan Minta Maaf
Menanggapi gelombang Keluhan Masyarakat tersebut, Co-founder HYROX, Moritz Furste, Pada akhirnya buka suara dan menyampaikan penyesalannya. Ia mengakui ada kelalaian fatal dari pihak penyelenggara saat mengantisipasi situasi darurat di lapangan.
“Saya meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak langsung maupun tidak langsung, serta kepada siapa saja yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya,” kata Moritz, dikutip dari The Straits Times.
“HYROX melakukan kesalahan dengan tidak langsung bereaksi saat balapan berlangsung,” lanjutnya.
Moritz menambahkan, pihaknya Sekarang tengah menyiapkan aturan dan prosedur baru Supaya bisa insiden serupa tak lagi terulang di masa mendatang.
Sementara itu, pihak HYROX Beijing Bahkan mengakui adanya kelemahan dalam regulasi yang membuat juri di lapangan ragu untuk menghentikan Olahragawan secara langsung.
Kritik tajam turut dilayangkan oleh stasiun TV pemerintah China, CCTV. Mereka menilai celah regulasi ini bukan cuma membahayakan kesehatan para Olahragawan, tetapi Bahkan mencoreng nilai keadilan dalam sebuah Kejuaraan Gerakan.
(sao/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











