loading…
Pendiri Koenigsegg jelaskan mengapa mesin bensin bukan teknologi transisi — melainkan inti dari produk yang tidak bisa digantikan. Foto: ist
Jawabannya bukan “belum waktunya.” Tapi ada kalkulasi teknis, filosofi produk, dan argumen lingkungan yang jarang dibahas di baliknya.
Dulu Optimis, Sekarang Realistis
“Kalau Anda tanya 10 tahun lalu, saya Mungkin Nanti akan berpikir bahwa pada 2026 kita Pernah terjadi punya Koenigsegg listrik,” kata von Koenigsegg.
Yang mengubah pikirannya bukan angka performa semata. Kendaraan Pribadi listrik bisa lebih Mudah dan lebih responsif — itu tidak ia perdebatkan. Yang bergeser Merupakan keyakinannya soal karakter.
Mesin pembakaran menghadirkan getaran, suara, respons mekanis, dan personalitas yang membentuk pengalaman berkendara di level yang berbeda. Kendaraan Pribadi bermesin bisa terasa seperti makhluk hidup.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











