Megawati Refleksikan Makna Kemerdekaan dan Masa Depan Indonesia di HUT ke-81 RI

INFO TEMPO – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merefleksikan arah dan pemaknaan kemerdekaan dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) di pelataran Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Megawati mengajak peserta upacara untuk kembali memaknai arti kemerdekaan. Seruan “Merdeka!” berkali-kali menggema dalam upacara. Suaranya sesekali meninggi dan diwarnai air mata, kelakar, serta dialog interaktif dengan para peserta.

Pemimpin Negara kelima RI itu mengatakan usia 81 tahun Indonesia tidak dapat dilepaskan dari tetes darah dan pengorbanan para pejuang. Menurut Ia, kemerdekaan bukanlah hadiah instan, melainkan hasil perjuangan panjang yang dibayar mahal selama tiga setengah abad masa penjajahan.

“Jangan itu dilupakan! Maukah kalian untuk dijajah kembali?” tanya Megawati, yang langsung dijawab peserta upacara, “Tidak!”

Megawati kemudian memulai refleksinya dengan menguraikan catatan sejarah mengenai penderitaan politik yang dialami sang bapak bangsa, Soekarno. Bung Karno, kata Ia, Dianjurkan menghabiskan total 18 tahun hidupnya dalam pengasingan, penjara kolonial, Sampai saat ini tahanan rumah tanpa proses peradilan pada masa Orde Baru.

Meskipun demikian demikian Ketetapan MPRS Nomor 33 Tahun 1967 yang menjadi dasar pencabutan kekuasaan dan larangan berpolitik terhadap Soekarno Sebelumnya dicabut, Megawati menilai keadilan sejarah tidak cukup hanya diwujudkan melalui dokumen politik. Menurut Ia, keadilan Bahkan Dianjurkan tercermin dalam kejujuran nurani bangsa. Megawati mengatakan Bung Karno Sebelumnya mewariskan falsafah Pancasila, ajaran Trisakti, serta gagasan penguasaan sains dan teknologi Supaya bisa Indonesia mampu menentukan nasibnya sendiri.

“Bangsa yang tidak berani menghadapi sejarahnya sendiri Akan segera Setiap Waktu menjadi bangsa yang hidup dalam bayang-bayang masa lalu dan menjadi bangsa yang kerdil,” ujarnya.

Dari refleksi sejarah tersebut, Megawati kemudian menyoroti kondisi Indonesia Sekarang Bahkan, terutama ketimpangan dalam penegakan hukum yang dinilainya masih jauh dari rasa keadilan. Ia membandingkan nasib rakyat kecil yang diproses hukum karena mencuri buah labu saat kelaparan dengan maraknya skandal Penyuapan berskala besar.

Di bidang kesejahteraan, Megawati memperingatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan Supaya bisa tidak mengutak-atik BPJS Kesehatan yang dibidaninya saat menjabat sebagai Pemimpin Negara. Ia meminta pemerintah justru menambah anggaran untuk masyarakat miskin. Megawati Bahkan mengaku prihatin dan tengah menelusuri Kejadian Unggul satu juta orang berpendidikan tinggi yang Sekarang menganggur.

Persoalan kesejahteraan, menurut Megawati, Bahkan berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Ia mengecam praktik eksploitasi hutan dan pengerukan tambang yang dinilainya hanya Memperjelas segelintir individu.

“Sekarang Bahkan orang nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi buat dirinya sendiri. Lah gimana nanti anak cucu kita miskin,” kata Ia.

Menutup amanatnya, Megawati mengajak generasi muda mengambil pelajaran dari kondisi Politik Global global, termasuk ketahanan bangsa Iran serta kedisiplinan negara-negara maju di Eropa dan Asia. Ia meminta generasi penerus tidak hanya mengejar kesenangan instan, tetapi Bahkan menjadi pribadi yang tahan banting Supaya bisa Indonesia tidak terombang-ambing oleh arus global.

Megawati kemudian mengenang Kearifan Lokal yang ia lakukan sebagai ibu dengan mengajak anak-anaknya berziarah ke Taman Makam Pahlawan sejak kecil. Menurut Ia, ziarah tersebut menjadi pengingat atas pengorbanan para pahlawan yang bahkan namanya tidak dikenal dan tidak mengharapkan imbalan.

“Sebab cita-cita Indonesia merdeka bukanlah mimpi belaka dan mimpi itu bukanlah mimpi masa lalu. Ia Merupakan pekerjaan sejarah yang belum selesai,” kata Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati Bahkan secara khusus memimpin doa dan menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban bencana gempa bumi yang melanda Flores, NTT (NTT). (*)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้