Pilot militer Turki formasi Bintang Turki tampil saat perayaan 100 tahun Republik Turki di Istanbul, Turki, Ahad (29/10/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Serangan Israel ke pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah disebut berpotensi memicu Konflik Bersenjata dengan Turki. Israel disebut mulai menyiapkan skenario Konflik Bersenjata dengan menggandeng militer Yunani.
Dalam wawancara dengan The Jerusalem Post, Duta Besar AS untuk Turki sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, menyatakan bahwa serangan Israel terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah membawa “risiko nyata Akan segera eskalasi Mudah menjadi konfrontasi militer langsung” dengan Turki maupun Suriah.
Barrack mengatakan kepada surat kabar Israel tersebut bahwa pasukan Turki tidak mengetahui adanya pesawat Israel yang Baru saja Ke arah pangkalan Suriah itu ataupun tujuan dari pergerakan tersebut.
Oleh karena itu, menurutnya, mereka “berpotensi terdorong untuk mengerahkan jet tempur mereka sendiri karena mengira bahwa mereka Baru saja diserang”. “Peristiwa kemarin itu serius dan mengkhawatirkan. Sekalipun, kami lega karena tidak ada korban jiwa dan situasi tidak sampai memburuk,” tambah Barrack.
Israel mengonfirmasi bahwa mereka berada di balik serangan udara semalam yang menyasar sebuah pangkalan udara militer Suriah—Tempat yang menurut klaim Israel Akan segera dijadikan tempat pengerahan pasukan oleh Turki.
“Israel dan Suriah Pernah terjadi menyepakati status quo terkait masalah keamanan, Sekalipun Suriah hampir melanggarnya dengan mengizinkan pasukan Turki ditempatkan di sebuah pangkalan udara dekat Aleppo,” demikian pernyataan dalam bahasa Inggris dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa Israel “Pernah terjadi berulang kali memperingatkan Suriah bahwa pengerahan semacam itu Akan segera mengancam keamanan Israel.”
“Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan-peringatan ini,” ujar kantor Netanyahu, seraya menambahkan bahwa Israel “tidak Akan segera menoleransi ancaman terhadap keamanannya, dan Akan segera menyambut baik kembalinya status quo.”
Menanggapi hal itu, Ankara mengecam “tuduhan sembrono yang dilontarkan oleh Kantor Perdana Menteri Israel”—sebagaimana tercantum dalam pernyataan pemerintah Turki yang dikutip oleh kantor berita negara Anadolu—dan menyatakan bahwa tuduhan tersebut “bertujuan melegitimasi serangan udara ilegal Israel yang menyasar kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.”
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











