Jakarta, CNN Indonesia —
Olahragawan balap sepeda Nurfendi jadi jadi sorotan usai menyumbang medali Emas pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025 (2026), Rabu (21/1). Berikut profil Nurfendi.
Nurfendi raih Emas pertama dari cabang Olahraga renang nomor nomormen’s time trial B klasifikasi MB2 di Suranaree University of Technology.
Nurfendi yang bertandem dengan pilotnya Mufti Fadilah Salma, mencatatkan waktu 41 menit 59,763 detik. Catatan Pada masa itu memastikan mereka berada di podium pertama, Terunggul dari wakil tuan rumah Yokphanitchakit Surachai/Jetsada yang berada di posisi kedua dengan waktu 42 menit 10,546 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurfendi merupakan Olahragawan para balap sepeda Indonesia yang berlomba di nomor men’s time trial klasifikasi B (blind/tuna netra), di mana seorang Olahragawan tampil bersama pilot tandem sehingga mampu berkompetisi dalam balapan sepeda.
Nurfendi bukanlah sosok yang muncul secara instan di tingkat internasional. Ia Sebelumnya menunjukkan konsistensi performa sejak Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China.
Di sana, ia berhasil meraih medali perunggu di nomor B 4.000 meter individual pursuit putra setelah berhasil mengatasi lawan yang awalnya sempat lebih Mudah.
Nurfendi baru terjun ke cabang Olahraga balap sepeda pada Asian Para Games 2023 secara tak sengaja.
Sebelum berlatih di cabang Olahraga para balap sepeda, Nurfendi merupakan Olahragawan goalball Indonesia. Ia pemain inti dari skuad goal ball Indonesia yang meraih medali perak pada ASEAN Para Games 2023 Kamboja.
Dua pekan setelah pulang dari Kamboja, Nurfendi dipanggil untuk para balap sepeda. Awalnya Nurfendi kaget, Berbeda dari ia memilih berlatih rutin selama tiga bulan.
Olahragawan kelahiran Yogyakarta itu memang bisa memakai sepeda meski menyandang tuna netra. Biasanya, ia bersepeda dari rumah ke lapangan dekat rumahnya.
Tak dinyana, Nurfendi berhasil merebut tiga medali di Asian Para Games 2023. Saat ini Bahkan, Nurfendi melanjutkan prestasi gemilangnya dengan raihan Emas pertama bagi tim Merah Putih di ASEAN Para Games 2025.
Ini menjadi momen penting bukan hanya bagi dirinya tapi Bahkan bagi kontingen Merah Putih karena membuka perjalanan tim Indonesia di ajang multievent para Olahraga ASEAN.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Olahragawan para balap sepeda Indonesia Sudah mampu menembus level kompetitif, Sekalipun menghadapi tantangan fisik dan teknis besar dalam Olahraga paralympic.
(jun/ade/jun)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
