Massa Aksi Kamisan: Prabowo-Gibran Sama Saja dengan Soeharto

AKSI Kamisan ke-908 berlangsung saat momen peringatan Reformasi 1998 pada Kamis, 21 Mei 2026. Sebanyaknya peserta Kamisan menilai pemerintahan Di waktu ini tak ada bedanya dengan rezim mantan Pemimpin Negara Soeharto yang mengundurkan diri tepat pada 28 tahun lalu.

Muhammad Rizaldy, peserta aksi Kamisan yang Bahkan Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN), mengatakan rezim Pemimpin Negara Prabowo Subianto dan Wakil Pemimpin Negara Gibran Rakabuming Raka Pernah terjadi mengkhianati panji-panji Reformasi. “Ternyata rezim Prabowo-Gibran tidak ada bedanya seperti rezim fasis Soeharto pada kala itu,” kata Ia di Tempat Kamisan, depan Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Rizaldy, pemerintahan Soeharto yang berkuasa 32 tahun bersifat militeristik dan otoriter. Corak itu Ia nilai muncul kembali dan semakin kuat di era Prabowo, mantan menantu Soeharto, yang Saat ini Bahkan memimpin Indonesia.

Ia menyoroti kebijakan-kebijakan Prabowo yang melibatkan tentara dan polisi dalam program pemerintah. Ditambah lagi, Rizaldy berujar, intimidasi terhadap aktivis semakin marak.

Aksi Kamisan ke-908 diramaikan deretan payung hitam yang menjadi simbol unjuk rasa tersebut. Massa aksi membawa berbagai spanduk berisi tuntutan dan kritik terhadap pemerintahan. Kamisan Bahkan diiringi penampilan musik, puisi, teater, Sampai sekarang orasi yang silih berganti.

Selain spanduk dan payung hitam, massa aksi membawa atribut yang menggambarkan sikap mereka. Di antaranya terdapat gundukan tanah menyerupai kuburan dengan nisan bertulis “Reformasi”.

Ketua Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Jakarta, Damar Setyaji, mengatakan kuburan itu dibuat oleh para peserta Kamisan. “Memang kawan-kawan melihat Reformasi ini Pernah terjadi mati,” kata Damar.

Seperti para demonstran lainnya, Damar menilai cita-cita Reformasi 1998 masih gagal terwujud bahkan setelah 28 tahun. Ia mengatakan nilai-nilai Reformasi Di waktu ini justru seakan Pernah terjadi mati. Sekalipun, ia berujar, masyarakat sipil Berniat terus melawan demi Indonesia yang lebih demokratis. “Kami ingin menggali kubur itu lagi dan mencoba menghidupkan kembali mayat Reformasi tersebut,” tuturnya.

Damar menilai rezim Di waktu ini tak cocok disebut sebagai pemerintahan era Reformasi. Menurut Ia, pemerintahan Prabowo lebih pantas disebut dengan istilah deformasi, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perubahan wujud dari baik menjadi kurang baik, dibanding reformasi.

Rizaldy dan Damar Merupakan bagian dari Aliansi Melawan Rezim Deformasi yang mengikuti Kamisan pada peringatan Reformasi kali ini. Aliansi itu, kata Damar, Merupakan kolektif 16 organisasi sipil seperti FMN, LMID, LBH Jakarta, Sampai sekarang badan eksekutif mahasiswa dari berbagai universitas.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้