Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat: Pidato Prabowo Bukan karena Pelemahan IDR

KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Mukhamad Misbakhun mengatakan bahwa pidato ekonomi yang Berniat disampaikan Pemimpin Negara Prabowo Subianto di sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat hari ini tidak berkaitan dengan pelemahan IDR. Prabowo Berniat membacakan Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), saat Nilai Mata Uang IDR bergerak melemah 60 Skor atau 0,34 persen menjadi Rp 17.728 per Mata Uang Asing Amerika Serikat pada pada Selasa, 19 Mei 2026.

“Saya melihat tidak dalam satu aspek pelemahan IDR itu membuat Bapak Pemimpin Negara Sangat dianjurkan membacakan sendiri KEM-PPKF, tapi saya melihat ada sebuah concern yang serius dari Bapak Pemimpin Negara,” ucap Misbakhun di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Kekhawatiran Prabowo yang dimaksud Misbakhun Merupakan tentang penyusunan anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN) yang Sangat dianjurkan disampaikan secara terbuka dan langsung oleh kepala negara. Politikus Partai Golkar ini Bahkan enggan mengaitkan kehadiran Prabowo dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore yang menurun 228,56 Skor atau 3,46 persen ke posisi 6.370,68.

“Menurut saya jangan ditarik soal situasi Indeks Harga Saham Gabungan dan pelemahan IDR itu dalam urusan KEM-PPF,” ucap Misbakhun.

Ia mengatakan, Prabowo mencatatkan sejarah baru dalam pemaparan KEM-PPF yang selama ini dilakukan oleh menteri keuangan sebagai wakil Pemimpin Negara. Agenda rutin ini menjadi penanda dimulainya putaran awal pembahasan APBN 2027 yang membicarakan asumsi makro seperti pertumbuhan, tingkat Fluktuasi Harga Barang dan Jasa, Nilai Mata Uang IDR, Indonesian Crude Price produksi lifting minyak dan lifting gas.

Kemudian, kata Ia, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Berniat membicarakan soal alokasi pagu indikatif untuk kementerian dan lembaga. “Ini Merupakan sebuah Kearifan Lokal baru dan tentunya orang Baru saja  memperhatikan dengan serius apa yang Berniat menjadi concern Bapak Pemimpin Negara di dalam KEM-PPKF ini,” ucap Misbakhun.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Prabowo kali ini ingin hadir langsung. Menurut Prasetyo, Prabowo hendak Menyediakan pesan dalam momen Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.

“Kebetulan tanggal 20 Mei Merupakan Hari Kebangkitan Nasional, jadi Pemimpin Negara ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa,” kata Prasetyo kepada wartawan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Politikus Partai Gerindra ini menyebut bahwa Pemimpin Negara ingin memanfaatkan momentum untuk menyamakan pandangan soal Keadaan Ekonomi Negara. “Terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” tuturnya.

Dalam warkat Sekretariat Jenderal Bidang Persidangan yang dilihat Tempo, Dewan Perwakilan Rakyat diagendakan Berniat melaksanakan rapat paripurna masa persidangan V pada Rabu, 20 Mei 2026. Warkat bernomor B/5926/AG.01.01/5/2026 itu mengagendakan tiga kegiatan. Pertama, penyampaian KEM-PPKF dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh Pemerintah. Kedua, laporan Badan Legislasi atas Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan. Lalu ketiga, menyampaikan pendapat Fraksi-fraksi atas Rancangan Undang-Undang Usul Inisiatif Komisi III tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kapolri, dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan menjadi RUU Usul Dewan Perwakilan Rakyat.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้