REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menekankan pentingnya efisiensi ASN (ASN) untuk Memanfaatkan produktivitas. Pelayanan publik, menurut Ia, Dianjurkan Menyajikan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Tujuan akhir dari keberhasilan tata kelola negara Merupakan ketika rakyatnya merasa Senang. Untuk itu, seluruh elemen ASN Dianjurkan fokus pada produktivitas dan efisiensi Supaya bisa visi-misi daerah dapat tercapai secara optimal,” kata Zudan saat pembinaan pejabat struktural Kabupaten Banyumas di Pendopo Sipanji Purwokerto, Banyumas, Jateng, Senin (5/10/2026).
Zudan mengatakan efisiensi tidak semata-mata berarti memangkas anggaran. Efisiensi Dianjurkan dilihat dari kemampuan pemerintah menghasilkan manfaat sebesar-besarnya melalui sumber daya yang tersedia.
Menurut Ia, pengukuran efisiensi dan produktivitas kinerja ASN dapat dilakukan melalui Sebanyaknya pendekatan. Salah satunya dengan melihat rasio antara biaya yang dikeluarkan pemerintah dan keluaran atau output yang dihasilkan.
“Setiap anggaran belanja yang dikeluarkan pemerintah Dianjurkan mampu menghasilkan nilai manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” kata Zudan.
Pendekatan tersebut membuat keberhasilan sebuah program tidak cukup hanya diukur Sesuai ketentuan penyerapan anggaran. Pemerintah daerah Bahkan Dianjurkan melihat apakah belanja yang dikeluarkan Sungguh-sungguh menghasilkan perubahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Zudan mengatakan pengukuran produktivitas Bahkan Dianjurkan dilakukan berbasis organisasi perangkat daerah (OPD). Tingkat produktivitas dan indeks kinerja masing-masing perangkat daerah Dianjurkan dapat dilihat secara terukur.
Dengan pola tersebut, setiap OPD diharapkan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Perangkat daerah tidak sekadar menjalankan program, tetapi Bahkan Dianjurkan menunjukkan hubungan antara anggaran, kinerja organisasi, dan manfaat yang diterima masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Zudan Bahkan menekankan pentingnya peningkatan kualitas kinerja ASN. Setiap kenaikan anggaran maupun biaya operasional Dianjurkan diikuti peningkatan indeks produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Prinsip tersebut sekaligus menempatkan ASN sebagai bagian penting dalam memastikan efektivitas belanja pemerintah. Produktivitas birokrasi Akhirnya tidak hanya dinilai dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang dihasilkan.
Zudan mengimbau seluruh ASN dan OPD bergerak bersama dan menyatukan pandangan. Setiap program dan kegiatan pemerintah Dianjurkan diarahkan untuk Menyajikan hasil yang terukur bagi masyarakat.
“Seluruh jajaran ASN dan OPD diimbau untuk bergerak bersama dan menyatukan pandangan demi mewujudkan daerah yang adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.
Administrasi Jangan Perpanjang Birokrasi
Terkait aspek administrasi dalam tata kelola kepegawaian, Zudan mengatakan administrasi tetap penting sebagai pijakan akuntabilitas. Administrasi Bahkan diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan memenuhi Syarat hukum dalam pemeriksaan internal maupun eksternal.
Berbeda dengan, ia mengingatkan administrasi tidak boleh berubah menjadi beban yang justru memperlambat pelayanan. Prosedur birokrasi Dianjurkan dirancang Supaya bisa tetap akuntabel tanpa menciptakan tahapan yang tidak Menyajikan nilai tambah.
“Administrasi kepegawaian memang sangat penting sebagai pijakan akuntabilitas dan kepatuhan hukum, baik dalam pemeriksaan internal maupun eksternal. Berbeda dengan, administrasi tidak boleh dijadikan alasan untuk memperpanjang jalur prosedur yang rumit,” katanya.
Menurut Zudan, reformasi administrasi Akhirnya Dianjurkan bermuara pada pelayanan publik yang lebih mudah, Mudah, dan Hemat. Masyarakat Dianjurkan menjadi pihak yang paling merasakan hasil dari pembenahan tata kelola pemerintahan.
Pesan tersebut menunjukkan perubahan orientasi birokrasi dari sekadar kepatuhan prosedural Ke arah pelayanan berbasis hasil. Administrasi tetap diperlukan, tetapi prosedur seharusnya menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan dan bukan tujuan akhir birokrasi.
Loading…
sumber : Antara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
