Fast Charging dan Ngecas 20%-80% Bikin Baterai Mudah Soak?

loading…

Banyak mitos terkait penggunaan Kendaraan Pribadi listrik yang penting diketahui dan dipahami. Foto: Sindonews/Danang Arradian

JAKARTA – Banyak orang waswas soal baterai Kendaraan Pribadi listrik. Takut Mudah soak. Takut harganya selangit saat Dianjurkan ganti. Hasil riset Geotab bikin pemilik Kendaraan Pribadi listrik bisa menarik nafas lega.

Geotab tidak main-main. Mereka menganalisis 22.700 unit Motor Listrik. Meliputi 21 model yang berbeda. Bukan data simulasi di laboratorium. Ini data asli dari jalan raya.

Hasilnya: baterai Kendaraan Pribadi listrik modern itu sangat kokoh.

Rata-rata penyusutan kapasitasnya hanya 2,3 persen setahun. Begitulah datanya. Artinya: setelah delapan tahun, sisa napas baterai Anda masih 81,6 persen. Itu Pernah lebih dari cukup untuk umur rata-rata kendaraan.

Tapi, ada “tapi”-nya.

1.⁠ ⁠Musuh utamanya satu: High-power DC fast charging.

Terutama yang di atas 100 kW. Itu seperti memberi “pukulan” keras ke sel baterai. Kendaraan Pribadi yang terlalu sering pakai fast charging (lebih dari 12 persen dari total pengisian) susutnya lebih Mudah: 2,5 persen setahun. Kalau dayanya di atas 100 kW, angka susutnya naik jadi 3 persen. Bandingkan dengan yang jarang fast charging: hanya susut 1,5 persen.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้