Jakarta, CNN Indonesia —
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Sebanyaknya wilayah Indonesia. Simak prediksinya.
BMKG menjelaskan potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh Sebanyaknya Trend Populer iklim yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut BMKG, salah satu pemicunya Merupakan Trend Populer iklim La Nina. Hasil analisis BMKG, El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan fase La Niña lemah, dengan SOI tercatat +10.8 dan indeks Niño 3.4 sebesar -0.75.
Indikator tersebut, mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia.
Kemudian, Siklon Tropis Penha yang terpantau aktif di Samudra Pasifik timur Filipina turut memberi dampak potensi hujan Tengah-lebat di wilayah wilayah Malut, Sulut, dan Gorontalo, serta potensi gelombang tinggi kategori tinggi di Perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku Sampai saat ini Papbar Daya.
Selanjutnya, ada Bibit Siklon Tropis 98P. Mengikuti hasil monitoring BMKG, bibit siklon ini terpantau bergerak ke arah Barat Sampai saat ini Barat Daya) di wilayah Daratan Australia dan memberi dampak berupa potensi hujan dengan intensitas Tengah dan angin kencang di wilayah NTT, serta potensi gelombang tinggi kategori Tengah di Laut Sawu, Perairan Kepulauan Leti – Sermata, Perairan Kepulauan Babar Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei Aru, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut Arafuru bagian tengah.
BMKG Bahkan mencatatat monsun Asia masih cukup persisten Sampai saat ini dasarian kedua Februari. Dalam beberapa hari ke depan, terpantau pergerakan seruakan dingin (cold surge) seiring dengan penguatan Monsun Asia.
Kondisi tersebut terlihat dari nilai Indeks Surge yang diprakirakan signifikan, disertai peningkatan angin utara serta indeks CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berada pada kategori tinggi.
“Oleh karena itu, potensi cuaca di wilayah Indonesia bagian selatan diprakirakan Berencana mengalami peningkatan yang signifikan,” kata BMKG dalam informasi yang diunggah di Instagram, Kamis (5/2).
Apalagi, gelombang atmosfer Bahkan Diprediksi aktif di sebagian wilayah Indonesia. Gelombang Kelvin terdeteksi aktif di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian utara dan timur, Sulawesi bagian utara Sampai saat ini tengah, Malut, dan Papua bagian utara.
Kemudian, Gelombang Rossby Ekuator dalam sepekan kedepan terpantau aktif di wilayah Sulawesi, Malut, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin, terpantau aktif di wilayah Sulawesi, Malut, dan Nusa Tenggara.
Prediksi cuaca
6-8 Februari
Menurut BMKG cuaca di Indonesia periode 6-8 Februari 2026 didominasi oleh kondisi hujan ringan Sampai saat ini hujan Tengah. BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat Sampai saat ini sangat lebat, bahkan ekstrem untuk Sebanyaknya daerah. Berikut daftarnya:
Hujan Tengah-lebat (level Waspada)
– Aceh
– Sumatra Utara
– Sumatra Barat
– Riau
– Jambi
– Sumatra Selatan
– Kepulauan Babel
– Bengkulu
– Lampung
– Bali
– Kalbar
– Kalteng
– Kaltim
– Kaltara
– Kalsel
– Sulut
– Gorontalo
– Sulteng
– Sulbar
– Sulsel
– Sultra
– Malut
– Maluku
– Papbar Daya
– Papbar
– Papua Tengah
Hujan lebat-sangat lebat (level Siaga)
– Banten
– DKI
– Jabar
– Jateng
– DI Yogyakarta
– Jatim
– NTB
– NTT
– Papua Pegunungan
– Papua
– Papua Selatan
Angin kencang
– Jabar
– Jateng
– Jatim
– NTT
– NTB
9-12 Februari
Menurut BMKG cuaca di Indonesia periode 9-12 Februari 2026 didominasi oleh kondisi hujan ringan Sampai saat ini hujan Tengah. BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat Sampai saat ini sangat lebat, bahkan ekstrem untuk Sebanyaknya daerah. Berikut daftarnya:
Hujan Tengah-lebat (level Waspada)
– Aceh
– Jambi
– Sumatra Selatan
– Lampung
– Banten
– DKI
– Jabar
– Jateng
– DI Yogyakarta
– Kalbar
– Kalteng
– Kaltim
– Kaltara
– Kalsel
– Sultra
– Malut
– Papbar
– Papua Tengah
– Papua
– Papua Selatan
Hujan lebat-sangat lebat (level Siaga)
– Sumatra Barat
– Bengkulu
– Jatim
– NTB
– NTT
– Papua Pegunungan
Angin kencang
– Jatim
– NTT
(dmi/dmi)
[Gambas:Video CNN]
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
