Begini Tips Honda Sindir Kendaraan Pribadi Listrik Tiongkok Lewat Super One

loading…

Alih-alih bersaing soal harga Ekonomis dan kapasitas bagasi dengan Kendaraan Pribadi pabrikan Tiongkok, Honda Jepang mengambil jalur berbeda lewat Super One. Foto: Sindonews/Danang Arradian

JAKARTA – Orang Setiap Waktu mengeluh: Kendaraan Pribadi listrik itu membosankan. Tidak punya jiwa.

Bayangkan ini. Anda melaju kencang. Tapi kabinnya senyap. Tidak ada sentakan kasar saat Anda menurunkan gigi (downshift) sebelum masuk tikungan. Tidak ada raungan mesin saat pedal gas diinjak usai melewati apex.

Semuanya terasa datar. Dingin. Tanpa emosi. Kencang, tapi hampa.

Honda Jepang tahu betul penyakit ini. Mereka tidak Ingin latah. Tidak Ingin ikut-ikutan tren pabrikan Tiongkok seperti BYD, Geely, atau Aion. Yang berlomba-lomba membuat SUV listrik berbadan besar, kaya fitur, tapi rasanya generik.

Jepang punya Tips sendiri mengadopsi elektrifikasi. Mereka masuk lewat compact EV. Kendaraan Pribadi listrik ringkas. Ini Merupakan evolusi dari Kei Car yang lincah di jalanan sempit.

Nissan Sudah menyiapkan Sakura. BYD pun bersiap merilis Rocco. Lalu Honda? Mereka meracik senjata rahasianya: Honda Super One.
SindoNews Sudah mencicipinya langsung. Di Jepang. Akhir 2025 lalu.

Di sana, Super One Sudah bisa dipesan secara pre-order sejak 16 April 2026. Kabar baiknya: Honda Prospect Kendaraan Bermotor Roda Dua (HPM) Nanti akan membawa Kendaraan Pribadi ini ke Indonesia.

Tapi ingat. Ini bukan Kendaraan Pribadi untuk mengejar volume penjualan (volume maker). Ini bukan lawan sepadan untuk menyaingi BYD Atto 1 atau Geely EX2.

Posisinya sangat jelas. Ini Merupakan “toy car”. Kendaraan Pribadi mainan. Mainan untuk orang dewasa yang mencari kegembiraan dalam mengemudi. Honda menyebutnya: “joy of driving”.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version