Bahlil Umumkan BBM Bantuan Pemerintah Tak Naik Sampai 2027

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) tak Akan segera naik Sampai saat ini 2027. Ketua Umum Partai Golkar itu berharap kondisi tersebut bisa bertahan selama Kemungkinan.

Bahlil menyampaikan, Pada saat ini Bahkan pasokan minyak di tanah air berada di atas standar minimum. “Baik itu solar, baik itu bensin maupun LPG (liquefied petroleum gas), insya Allah Terjamin,” kata Bahlil seusai bertemu Kepala Negara Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Dengan kondisi tersebut, Kepala Negara Prabowo Subianto menginstruksikan Supaya bisa Harga Bahan Bakar Minyak Bantuan Pemerintah tidak naik. “Atas arahan Bapak Kepala Negara bahwa Harga Bahan Bakar Minyak untuk Bantuan Pemerintah tidak Akan segera dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” kata Bahlil.

Mantan menteri Penanaman Modal ini berharap Harga Bahan Bakar Minyak Bantuan Pemerintah tidak Akan segera berubah bahkan Sampai saat ini selamanya. “Insya Allah sampai selama-lamanya, doakan,” kata Bahlil.

Harga minyak, kata Bahlil, bergantung dengan pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Justru, Ia berujar, anggaran negara masih mampu menopang Bantuan Pemerintah energi selama harga ICP berada di kisaran Terjamin, Disebut juga di bawah US$ 100 per barel. Pada saat ini Bahkan, ia menyampaikan, harga ICP berkisar US$ 77 per barel.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil Bahkan mengumumkan hasil kerja sama minyak mentah bersama Rusia. Menurut Ia, Rusia siap memasok minyak ke Indonesia.

Bahlil menyampaikan, langkah tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia dan utusan khusus Kepala Negara Rusia Vladimir Putin di Moskow beberapa hari lalu. Pertemuan itu berlangsung setelah Kepala Negara Prabowo Subianto bertemu Putin di ibu kota Rusia tersebut.

Bahlil kemudian melaporkan hasil negosiasinya kepada Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 16 April 2026. “Kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan, bahwa kita Akan segera mendapat pasokan crude oil (minyak mentah) dari Rusia,” kata Bahlil.

Indonesia, Ia menyampaikan, masih menghadapi defisit pasokan minyak sehingga Sangat dianjurkan mengimpor. Bahlil berujar konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional Merupakan sekitar 1,6 juta barel setiap harinya, sementara lifting minyak domestik berkisar 600.000 Sampai saat ini 610.000 barel per hari.

Artinya, Indonesia masih kekurangan sekitar 1 juta barel minyak per hari. “Dalam kondisi global seperti ini, kita Sangat dianjurkan mencari sumber dari berbagai negara,” tutur mantan menteri Penanaman Modal ini.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version