loading…
Ketika Kendaraan Pribadi listrik bukan lagi soal teknologi, tapi soal kenyamanan. Foto: SindoNews/Danang Arradian
Banderol resminya Rp2,628 miliar — atau setara sekitar 12 unit BYD Atto 1.
Pertanyaannya: apakah harga itu masuk akal untuk sebuah Kendaraan Pribadi listrik? Setelah mencoba langsung unit ini, jawabannya mulai menjadi jelas.
Kesan Pertama: Kemewahan yang Tidak Berteriak
Pintu dibuka. Suara yang kering dan renyah — khas kualitas Eropa — langsung menyambut. Tidak ada kilauan berlebihan. Tidak ada ornamen yang ingin dipamerkan.
Yang ada Merupakan presisi.
Shift knob kristal. Tombol kursi elektrik. Door trim yang terasa tepat di tangan. Panel kayu yang tidak terlihat palsu. Speaker Harman Kardon. Bahkan desain ventilasi AC pun terasa seperti hasil pemikiran serius.
Seolah ada desainer yang menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk memikirkan bagaimana jari pengemudi menyentuh sebuah tombol.
Kendaraan Pribadi belum bergerak. Penumpang Sebelumnya tersenyum.
Di Balik Kemudi: Angka vs Rasa

Spesifikasi BMW iX xDrive45 memang mengesankan di atas kertas. Tenaga 408 hp, akselerasi 0–100 km/jam dalam 5,1 detik, penggerak AWD, baterai 94,8 kWh, jarak tempuh Sampai saat ini 602 km (standar WLTP), dan dukungan pengisian DC Sampai saat ini 175 kW.
Justru bukan angka-angka itu yang paling berkesan setelah mencobanya di jalan.
Yang lebih membekas Merupakan rasa setirnya. Presisi akselerasi dan deselerasinya. Setiap gerakan kecil diterjemahkan Kendaraan Pribadi dengan akurat — tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada drama. Tidak ada kejutan. Seperti mengenakan jas yang dijahit khusus sesuai ukuran tubuh.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











