loading…
Kendaraan Pribadi Toyota Konsep. FOTO/Dok SindoNews
Produsen Kendaraan Pribadi Jepang itu mengatakan pada hari Kamis bahwa penjualan global, termasuk anak perusahaan Daihatsu Kendaraan Bermotor Roda Dua Co, turun 3,7 persen year-on-year menjadi 902.015 unit pada bulan April.
Berbeda dengan, produksi naik 3,4 persen dari tahun sebelumnya menjadi 933.685 unit.
Sejauh ini perusahaan berhasil menjaga pabrik tetap beroperasi Sekalipun terjadi gangguan pada jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.
Berbeda dengan, konflik yang berkepanjangan mulai mengungkap risiko yang lebih luas bagi produsen Kendaraan Pribadi global yang bergantung pada rantai pasokan yang terkait dengan Teluk untuk suku cadang, bahan baku, dan energi.
Perdagangan Keluar Negeri Toyota ke Timur Tengah anjlok 92 persen year-on-year pada bulan April menjadi hanya 2.418 kendaraan yang terjual.
Pada konferensi pers pendapatan Toyota awal bulan ini, kepala akuntansi Takanori Azuma mengatakan bahwa produsen Kendaraan Pribadi tersebut mengekspor sekitar 500.000 Sampai sekarang 600.000 kendaraan per tahun ke Timur Tengah.
Ia menambahkan bahwa perusahaan memperkirakan hampir setengah dari jumlah tersebut Berencana terpengaruh oleh gangguan regional.
Angka terbaru perusahaan tersebut menggarisbawahi meningkatnya tekanan pada logistik dan arus perdagangan yang terkait dengan konflik tersebut.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











