3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik Tajam di Kalimantan

Jakarta

Musim kemarau berkepanjangan memicu peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sebanyaknya wilayah Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 3.405.489 jiwa terdampak langsung bencana asap karhutla ini.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengungkapkan bahwa enam provinsi utama Pernah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla untuk mengantisipasi memburuknya dampak kesehatan masyarakat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan beberapa provinsi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, seperti Kalbar, Riau, Sumsel, Jambi, Kalteng, dan Kalsel,” papar Agus dalam konferensi pers, Rabu (26/8/2026).

Enam provinsi tersebut mencakup berbagai kabupaten/kota terdampak, antara lain Riau (12 Kab/Kota), Jambi (11 Kab/Kota), Sumsel (17 Kab/Kota), Kalbar (14 Kab/Kota), Kalteng (14 Kab/Kota), Kalsel (13 Kab/Kota), serta Kaltim (10 Kab/Kota).

Pencemaran udara akibat asap karhutla Bahkan memperburuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Di Sumsel, tercatat 3 Kab/Kota masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara di Kalteng, sebanyak 4 Kab/Kota terdeteksi memiliki kualitas udara sangat tidak sehat.

Lonjakan Kasus ISPA dan Penyakit Saluran Pernapasan

Buruknya kualitas udara di daerah terdampak berdampak langsung pada melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya.

Peningkatan signifikan kasus ISPA di Provinsi Kalteng tercatat sebanyak 3.003 kasus. Sementara itu total ISPA di Provinsi Kalbar periode 1 Januari – 7 Agustus 2026 sebanyak 165.747 kasus.

Di Kalsel, selain 18.423 kasus ISPA, tercatat pula penyakit sekunder seperti diare akut (4.107 kasus), pneumonia (1.232 kasus), suspek demam tifoid (1.175 kasus), dan ILI (761 kasus). Sedangkan di Provinsi Riau periode 1-23 Agustus 2026, terdata 2.182 kasus ISPA, 55 kasus asma, 42 kasus iritasi kulit, 16 kasus konjungtivitis, serta 15 kasus pneumonia.

(kna/up)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version