Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Banyak masyarakat urban Saat ini Bahkan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, baik ketika bekerja di depan laptop maupun bersantai menonton televisi atau bermain ponsel.
Padahal tanpa kamu sadari, kebiasaan itu membentuk pola hidup sedentari, Dikenal sebagai kondisi ketika tubuh minim Olahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila kamu sering duduk dalam waktu lama dan minim gerak, lama-lama Berencana memicu berbagai masalah kesehatan.
Ahli fisiologi klinis Erik Van Iterson menjelaskan kurangnya Olahraga selama berjam-jam dan kebiasaan duduk terlalu lama dapat membahayakan kesehatan, sekalipun seseorang Bahkan berolahraga.
“Sangat penting untuk aktif secara fisik secara konsisten dan mengurangi waktu duduk,” ujarnya, dikutip dari laman Cleveland Clinic.
Penelitian mengenai Perilaku Sedentari yang Diukur dengan Akselerometer dan Risiko Penyakit Kardiovaskular Di waktu yang akan datang melaporkan bahwa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam perilaku tidak aktif setiap hari Berencana Mengoptimalkan risiko penyakit kardiovaskular dan masalah kesehatan lainnya.
Risiko penyakit akibat kurang gerak
Kebiasaan sedentari dan tingkat Olahraga yang rendah dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis. Berikut risiko yang dapat mengintai kesehatan.
1. Obesitas
Tubuh Berencana cenderung membakar lebih sedikit kalori ketika kurang gerak dan duduk terlalu lama. Ini karena tubuh tidak menghasilkan energi untuk otot yang tidak digunakan.
Apalagi Bila seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar melalui Olahraga dan Olahraga. Lama-kelamaan ini Berencana menambah berat badan yang dapat menyebabkan penimbunan lemak Sampai sekarang obesitas.
2. Hipertensi
Hipertensi Merupakan kondisi ketika tekanan darah dalam arteri berada di atas normal. Kurangnya Olahraga Niscaya Berencana membuat jantung dan pembuluh darah bekerja kurang efisien dan tak terkontrol.
Berbeda dari, seseorang yang menerapkan Kebiasaan aktif dan berolahraga, kebiasaan ini Mendukung menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengurangi risiko hipertensi.
3. Penyakit jantung
Kebiasaan malas bergerak Bahkan erat kaitannya dengan risiko penyakit jantung. Kurangnya Olahraga membuat jantung dan pembuluh darah bekerja kurang efisien sehingga aliran darah Berencana terganggu.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu penumpukan plak di arteri sehingga Mengoptimalkan risiko terserang penyakit jantung.
4. Diabetes tipe 2
Tubuh yang minim gerak Bahkan rentan terserang penyakit diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 Merupakan kondisi kronis ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau resistensi insulin. Imbasnya, kadar gula darah menjadi tinggi dan sulit terkontrol.
Orang dengan Kebiasaan sedentari lebih rentan terhadap resistensi insulin sehingga memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang aktif secara fisik.
5. Mengoptimalkan risiko penyakit kanker
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Kebiasaan tidak aktif dapat Mengoptimalkan risiko terkena kanker tertentu, seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker rahim (endometrium).
Hal ini dikuatkan dalam penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam laman NCBI yang menyebut bahwa perilaku sedentari atau kebiasaan Berlebihan duduk terbukti Mengoptimalkan risiko jenis kanker tersebut.
Kurangnya Olahraga dan kelebihan berat badan memengaruhi keseimbangan hormon, sensitivitas insulin, serta memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang Akhirnya dapat Mengoptimalkan risiko kanker.
(fef)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











