Aksi Massa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat Sebelumnya bubar pada Senin petang, 22 Juni 2026. Massa Pernah terjadi kembali ke Kendaraan Bus masing-masing dan meninggalkan Tempat aksi. Para peserta aksi mengakhiri Unjuk Rasa itu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Aksi bertajuk “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran” itu dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Massa PMII mula-mula berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sebelum bergerak Ke arah Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI di Senayan.
Dalam Aksi Massa tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan, antara lain mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG, meninjau kembali kinerja para menteri yang dinilai tidak kompeten, serta merombak Badan Gizi Nasional dan menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih.
Mereka Bahkan meminta pemerintah Memanfaatkan kesejahteraan guru, memulihkan kepercayaan publik, dan menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai kesejahteraan sosial.
Sempat terjadi kericuhan kecil saat mahasiswa membakar replika keranda yang mereka sebut sebagai simbol matinya demokrasi. “Kita bakar keranda ini tanda kita Sebelumnya muak dengan pemerintahan Saat ini Bahkan Bahkan, sahabat-sahabat,” ujar seorang orator yang ada di Kendaraan Pribadi komando.
Polisi kemudian memadamkan api dari kayu yang dibakar itu. Berbeda dengan mahasiswa mencoba mencegahnya sehingga sempat terjadi saling dorong, Berbeda dengan tak berlangsung lama. Sampai saat ini Aksi Massa berakhir, tidak ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang menemui mereka.
Hal ini berbeda dengan Aksi Massa mahasiswa Universitas Trisakti dan beberapa perguruan tinggi lain pada Jumat pekan lalu yang diterima pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat.
Pilihan Editor: Untuk Apa Gibran Mengajak Mahasiswa Blusukan ke Daerah
Epi Susanti berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
