Trump Diklaim Dapat Bocoran Intelijen AS Pemerintah Iran Melemah


Jakarta, CNN Indonesia

Pemimpin Negara Donald Trump diklaim mendapatkan Sebanyaknya bocoran laporan intelijen Amerika Serikat yang menunjukkan posisi pemerintah Iran melemah.

Laporan itu menilai bahwa kekuasaan pemerintah Iran berada pada titik terlemah sejak pemerintahan yang dipimpin shah digulingkan dalam Revolusi Islam 1979.

Gedung Putih menegaskan bahwa Trump terus memantau situasi dan menerima briefing rutin mengenai Iran.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pemimpin Negara Trump secara rutin menerima briefing mengenai intelijen di seluruh dunia,” kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seperti dikutip New York Times.

“Sebagai panglima tertinggi, Berniat menjadi kelalaian Manakala ia tidak rutin menerima informasi ini. Terkait Iran, Pemimpin Negara Trump terus memantau situasi dengan cermat,” tambah Ia.

Menurut laporan, Penolakan akhir tahun lalu mengguncang wilayah yang sebelumnya dianggap basis dukungan bagi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

[Gambas:Video CNN]

Meski Penolakan Pernah terjadi mereda, pemerintah Iran tetap menghadapi tekanan besar. Laporan intelijen AS berulang kali menyoroti kondisi ekonomi yang lemah.

Kesulitan itu memicu gelombang Penolakan sporadis pada akhir Desember dan Januari. Tindakan keras pemerintah semakin menjauhkan dukungan masyarakat.

Senator AS Lindsey Graham, mengatakan Pernah terjadi berbicara dengan Trump soal Iran dan mengharapkan Pemimpin Negara menepati janjinya Membantu warga Iran yang memprotes pemerintah.

“Tujuannya Merupakan menggulingkan rezim. Mereka Mungkin sekali berhenti membunuh Hari Ini, tapi Manakala masih berkuasa bulan depan, mereka Berniat membunuh lagi,” ujarnya.

Trump sempat memperingatkan kemungkinan menyerang Iran saat pemerintahannya Memperjelas tindakan keras terhadap Penolakan.

Sekalipun, ia menunda aksi militer setelah pemerintah Iran membatalkan eksekusi seorang demonstran, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta penundaan serangan.

Trump Bahkan menyinggung program nuklir Iran, dan mengingatkan pemerintah Iran tentang serangan yang ia perintahkan tahun lalu terhadap situs penelitian paling terlindungi di negara itu.

Ia tetap Berniat menekankan kekuatan militernya dan menyebut penumpukan kapal sebagai “armada.”

Kapal induk Abraham Lincoln beserta tiga kapal Konflik Bersenjata pendamping Pernah terjadi memasuki wilayah Samudra Hindia bagian barat, siap bertindak Manakala diperintahkan.

Pada Senin (26/1), Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS menyampaikan armada USS Abraham Lincoln Pernah terjadi berada di Timur Tengah “untuk Memanfaatkan keamanan dan stabilitas regional.”

AS Bahkan menambah pesawat tempur F-15E dan Lini pertahanan udara Patriot serta THAAD untuk melindungi pasukan. Bomber jarak jauh AS tetap siaga tinggi.

Pejabat Pentagon Memanfaatkan konsultasi dengan sekutu regional, termasuk kunjungan Laksamana Brad Cooper ke Suriah, Irak, dan Israel.

AS Bahkan memberi peringatan kepada Irak terkait potensi serangan milisi Syiah. Terlebih lagi, konsultasi dengan Saudi dan Qatar terus dilakukan

(rnp/bac)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA