loading…
Sampai saat ini Mei 2026, Jasa Raharja Pernah menyalurkan santunan Rp1,22 triliun kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang Bus di seluruh Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, pelayanan santunan merupakan wujud kehadiran negara dalam Menyajikan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan transformasi Supaya bisa pelayanan semakin mudah diakses, Unggul, dan Menyajikan kepastian bagi korban maupun ahli waris korban. Baca Bahkan: Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
“Kami ingin memastikan setiap korban maupun ahli waris memperoleh haknya secara Unggul, tepat, dan transparan. Kehadiran Jasa Raharja bukan hanya Menyajikan santunan, tetapi Bahkan menghadirkan rasa Terpercaya bahwa negara hadir ketika masyarakat menghadapi musibah,” kata Awaluddin, Rabu (1/7/2026).
Sampai saat ini Mei 2026, santunan diberikan kepada 55.617 korban, yang terdiri dari 10.734 korban meninggal dunia dan 44.883 korban luka-luka. Nilai santunan yang disalurkan mencapai Rp1,22 triliun, terdiri atas santunan meninggal dunia sebesar Rp581 miliar dan santunan korban luka-luka sebesar Rp641 miliar.
Menurut Awaluddin, realisasi tersebut tidak lepas dari penguatan transformasi digital yang terus dilakukan perusahaan. Salah satunya melalui integrasi pelayanan dengan rumah sakit melalui aplikasi JRCare, sehingga proses penjaminan korban luka-luka dapat dilakukan secara lebih Unggul dan efisien.
Sampai saat ini Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit Pernah terhubung dengan sistem pelayanan Jasa Raharja. Integrasi tersebut memungkinkan proses administrasi berjalan lebih sederhana sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa terkendala proses penjaminan.
“Kami meyakini bahwa perlindungan Unggul tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan santunan yang Unggul, tetapi Bahkan melalui berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan. Karena itu, transformasi digital kami arahkan tidak hanya untuk Memanfaatkan kualitas layanan, tetapi Bahkan Memanfaatkan strategi keselamatan transportasi berbasis data,” ujarnya.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
