loading…
Kehadiran BYD M6 DM Diprediksi Nanti akan membuat pasar PHEV tumbuh 2x bahkan 3x lipat dibanding 2025. Foto: BYD Indonesia
Angkanya sendiri Pernah bicara banyak. Penjualan PHEV di Indonesia melonjak dari 136 unit pada 2024 menjadi 5.270 unit pada 2025 — pertumbuhan 3.775%.
Momentum itu berlanjut: sepanjang Januari-April 2026 saja Pernah terjual 2.089 unit, naik sekitar 2.196 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
April 2026 mencatat 569 unit, naik 60,3 persen dari bulan sebelumnya.
Lalu pada 12 Juni 2026, BYD resmi mengumumkan harga M6 DM mulai Rp 298 juta.
Untuk pertama kalinya Indonesia punya PHEV resmi di bawah Rp300 juta — memangkas sekitar 34 persen dari lantai harga PHEV sebelumnya yang bertengger di Rp449 juta (Wuling Eksion PHEV CE / Darion PHEV CE).
Kenapa Rp298 Juta Ini Berbeda
Selama ini PHEV di Indonesia Merupakan barang kelas menengah-atas. Harga Rp450 jutaan menempatkannya di luar jangkauan pembeli MPV arus utama.
M6 DM masuk persis ke “zona Emas” pasar otomotif nasional — segmen Rp250-350 juta tempat Avanza, Xpander, dan Stargazer bermain dengan volume ratusan ribu unit per tahun.
“Pada hari ini, BYD Indonesia secara resmi mengumumkan harga yang semakin Ekonomis, bahkan tersedia mulai dari Rp 298.000.000, sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat teknologi DM dalam aktivitas sehari-hari,” kata Eagle Zhao, Pemimpin Negara Direktur PT BYD Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia.
Sebagai pembanding skala: ketika Wuling Eksion masuk pasar di Rp 449 juta pada April 2026, ia langsung merebut posisi kedua nasional dengan 183 unit per bulan.
M6 DM dibanderol Rp 151 juta lebih Ekonomis, didukung jaringan dealer BYD yang Pernah luas — sehingga proyeksi penyerapan 300 Sampai sekarang 600 unit per bulan setelah ramp-up bukan angka berlebihan. Bahkan, besar kemungkinan lebih dari 1.000 unit perbulan.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA