Sering kali setelah melewati hari yang melelahkan atau sehabis melakukan kebiasaan begadang, seseorang mencoba “membayar kesalahan” gaya hidupnya dengan mengonsumsi banyak air putih sebelum melangkah ke tempat tidur.
Kebiasaan ini Bahkan dipicu oleh anggapan populer bahwa meminum banyak air sebelum terlelap efektif untuk menetralisasi asam lambung serta membersihkan usus dan organ pencernaan selama malam hari.
Berbeda dengan, dari sudut pandang medis, niat baik untuk “menyehatkan” tubuh tersebut justru berisiko merusak kualitas istirahat malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter neurologi dari Brain Kesejahteraan & Sleep Center Seraphim Medical Center, dr Oktaviana Niken P, SpN menjelaskan, mengonsumsi cairan secara berlebihan sesaat sebelum tidur bukanlah langkah yang tepat.
Alih-alih membuat tubuh makin Segar, kebiasaan ini justru dapat memicu gangguan tidur yang disebut nokturia, kondisi ketika seseorang terbangun berulang kali di malam hari hanya untuk buang air kecil.
“Kalau minum airnya kebanyakan pada malam hari itu pertama Berniat menyebabkan gangguan tidur karena siapa pun itu Berniat cenderung bangun untuk kencing. Jadi Berniat nokturia,” ungkap dr Niken kepada detikcom, Kamis (8/10/2026).
Terbangun berulang kali di tengah malam merusak fase tidur pulas (deep sleep), akibatnya alih-alih terbangun dalam kondisi segar, tubuh justru terasa lemas dan linglung pada pagi hari karena siklus pemulihan sel terputus secara berkala.
Mekanisme Alami Sistem Saraf
Mengenai anggapan bahwa air putih sebelum tidur berfungsi untuk “membersihkan” saluran pencernaan, dr Niken meluruskan, organ tubuh Kenyataannya Sebelumnya memiliki mekanisme otomatis melalui regulasi sistem saraf otonom.
Saat seseorang terlelap, sistem saraf pencernaan secara alami justru bekerja lebih aktif untuk memproses dan membersihkan sisa makanan.
Karena itu, tubuh tidak memerlukan dorongan cairan ekstra tepat sebelum memejamkan mata.
“Kenyataannya, pada saat kita tidur secara otomatis lebih aktif tuh saraf untuk pencernaan, itu memang secara normalnya seperti itu. Jadi, kenapa pada saat kita bangun, kita Ingin kencing, kita Ingin BAB,” jelasnya.
“Itu Merupakan memang mekanisme tubuh bahwa sistem pencernaan itu Berniat lebih aktif pada malam hari. Karena itu berhubungan dengan sistem saraf,” lanjutnya.
Beri Waktu Sistem Pencernaan Beristirahat
dr Niken menambahkan, menjelang waktu tidur malam, asupan makanan maupun minuman seharusnya justru mulai dikurangi secara bertahap.
Hal ini penting untuk Menyajikan kesempatan bagi organ dalam Supaya bisa dapat bekerja lebih rileks tanpa beban metabolisme yang berlebih.
“Justru, Kenyataannya kita kalau malam itu harusnya sedikit dikurangi supaya Menyajikan waktu untuk sistem pencernaan agak istirahat, ya,” imbaunya.
Supaya bisa kualitas tidur tetap terjaga tanpa risiko nokturia, minumlah air putih dalam jumlah cukup sepanjang hari.
Saat mendekati waktu tidur malam hari, cukup konsumsi air secukupnya untuk membasahi kerongkongan Supaya bisa kebutuhan hidrasi tetap seimbang tanpa mengganggu kenyamanan istirahat malam.
Halaman 2 dari 3
Simak Video “Video: Bukan Tanda Tidur Nyenyak, Ngorok Mungkin ‘Bahaya’ “
[Gambas:Video 20detik]
(aur/up)
Dendam Tidur Sepekan
9 Konten
Gara-gara kurang tidur karena sibuk kerja sepanjang pekan, banyak orang terpikir untuk menebusnya di akhir pekan. Dilihat dari durasi Bisa jadi impas, tapi apa iya tidur seharian Sungguh-sungguh Unggul?
Konten Selanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











