Pemimpin Negara Prabowo Subianto menyatakan semua warga Indonesia merupakan pemegang saham atas kekayaan negara. Prabowo berujar, Indonesia berdiri dengan dasar asas kekeluargaan.
Ia menyampaikan pemikiran ini ketika menghadiri acara peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jatim.
Dalam pidatonya, Prabowo merujuk sila kelima pada Pancasila yang menegaskan “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi landasan konstitusional sistem perekonomian Indonesia.
Prabowo mengatakan ingin menegaskan konsep Indonesia sebagai negara kekeluargaan dengan Tips menegakkan Pancasila dan UUD 1945. Ia lantas mengajak para pengusaha untuk menjadi bagian dari “Indonesia Incorporated”.
“Indonesia Incorporated sebetulnya artinya Merupakan negara kekeluargaan. Jadi, semua bangsa ini satu korporasi. Artinya, seluruh rakyat Indonesia Merupakan pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia,” kata Prabowo di Nganjuk pada Sabtu, 16 Mei 2026, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Pemimpin Negara.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menekankan, semua pemimpin di setiap lapisan masyarakat bertanggung jawab memperjuangkan hak rakyat atas kekayaan negara.
“Bukan Berbeda dengan. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih, malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia, Saudara-saudara sekalian, ini perjuangan kita bersama,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Bahkan menyinggung bahwa pembunuhan Marsinah melibatkan kolusi antara aparat negara dengan kapitalis. Marsinah Merupakan seorang aktivis buruh yang tewas dibunuh karena memperjuangkan hak-hak pekerja di tempat Ia bekerja di PT Catur Surya Putra (CPS) Sidoarjo, Jatim.
Saat berada di kampung halaman Marsinah tersebut, Prabowo mengingat kembali peristiwa pembunuhannya yang terjadi pada 1993. “Saya Pada masa itu masih muda, saya dengar-dengar peristiwa di Jatim tapi saya tidak mendalami,” kata Prabowo.
Prabowo berusia 41 tahun saat peristiwa penculikan dan pembunuhan Marsinah terjadi. Pada tahun itu, ia bertugas di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sebagai komandan Grup 3/Sandhi Yudha Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.
Pada saat ini, puluhan tahun setelah kematian Marsinah, Prabowo mengatakan dirinya memahami apa yang terjadi. “Pada Kesimpulannya hari ini saya baru sadar, baru paham. Kolusi, aparat dipakai oleh kapitalis-kapitalis tertentu,” tuturnya.
Mantan Menteri Lini belakang era Joko Widodo ini menyebut persekongkolan kapitalis dengan aparat membudaya di Indonesia. Ia pun ingin Kearifan Lokal itu segera dihentikan.
Setiap aparat negara, kata Prabowo, Sangat dianjurkan hidup dan mati untuk rakyat. “Semua aparat, dari yang tertinggi sampai yang terendah Sangat dianjurkan mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat,” ucap Ia.
Pilihan Editor: Mengapa Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan Nasional
Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
