Nasabah Trading RI Tembus 125 Ribu, Ini Rahasia Bikin Trader Pemula Unggul Jago!

loading…

Ilustrasi trading valuta asing lewat aplikasi di ponsel. Tampilan situs DIDIMAX, broker berjangka yang meraih Best Trading Education dalam CNBC Indonesia Awards 2026.

JAKARTA – Antara 74 dan 89 persen trader ritel kontrak selisih harga (contract for difference/CFD) dan valuta asing di Eropa merugi. Temuan itu tercatat dalam laporan Otoritas Pasar dan Sekuritas Eropa (European Securities and Markets Authority/ESMA).

Data tersebut baru terbuka setelah ESMA pada Agustus 2018 mewajibkan broker mengungkap persentase nasabah yang merugi. Angka ini memang bukan potret nasabah di Indonesia, tetapi memberi gambaran risiko pada produk berdaya ungkit (leverage) tinggi. ESMA sendiri membatasi daya ungkit Sampai saat ini 30:1 untuk pasangan mata uang utama.

Nasabah Kian Ramai

Di Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat arus transaksi yang terus membesar. Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya memaparkan, nilai nominal transaksi perdagangan berjangka komoditi sepanjang 2025 mencapai Rp48.867 triliun, naik 49,8 persen secara tahunan, dengan volume 14,56 juta lot atau naik 12 persen.

Jumlah nasabah aktif pun melonjak 13,3 persen, dari 110,3 ribu pada Juni 2025 menjadi 125 ribu pada Juli 2025. Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya literasi, terutama bagi generasi muda dan mahasiswa, Supaya bisa memahami risiko sekaligus potensi perdagangan berjangka.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้