INFO TEMPO – Pemimpin Negara ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, membahas dampak berlanjutnya konflik di Timur Tengah bersama Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. Megawati dan Khalid Bahkan membahas hubungan baik antara kedua negara.
“Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan mendalam atas dampak Konflik Bersenjata yang tidak menentu terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik,” ujar Megawati saat membahas konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Indonesia, lanjut Megawati, memainkan peran Politik Global yang sangat penting. Salah satunya terkait penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika. “Salah satu Skor penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika Merupakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,” kata Megawati.
Duta Besar Kuwait menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi dukungan historis Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurut Duta Besar apa yang terjadi di Palestina kemungkinan merupakan bentuk kolonialisme terakhir di muka bumi. Ia Bahkan menyebut bahwa Kuwait dan negara-negara Arab lainnya menaruh penghormatan besar kepada Bung Karno atas perjuangannya melawan kolonialisme yang menjadi inspirasi bagi mereka.
“Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung, yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika, yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait,” ujar Hasto saat mendampingi Megawati Soekarnoputri. Kuwait, lanjut Ia, kemudian bergabung dengan Gerakan Non-Blok.
Hasto mengatakan, Saat ini Bahkan Bahkan, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan Global South, terutama karena sejarah perjuangannya dalam meraih kemerdekaan yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika, termasuk Kuwait.
Sementara itu, Duta Besar Khalid menegaskan bahwa Kuwait Sebelumnya menyatakan secara jelas bahwa negaranya bukan pihak dalam konflik bersenjata tersebut dan menolak penggunaan wilayah maupun ruang udaranya sebagai titik awal serangan terhadap negara-negara tetangga. “Sekalipun demikian, selama hampir dua bulan terakhir Kuwait terus menghadapi serangan intensif.”
Serangan-serangan tersebut kata Ia menyasar fasilitas sipil, seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, serta gedung-gedung pemerintah, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan Iran tersebut Bahkan merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta prinsip-prinsip hukum internasional. “Dengan dalih bahwa serangan Iran tersebut bertujuan untuk mengganggu fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di Kuwait,” kata Dubes Kuwait.
Dubes Khalid Jassim Al-Yassin menegaskan bahwa Kuwait tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan tetap berkomitmen untuk Mengoptimalkan perdamaian. “Posisi tersebut Sebelumnya disampaikan kepada Iran, Sekalipun diabaikan dan serangan terhadap Kuwait terus berlanjut. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang terhormat, dapat turut Membantu upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah,” ujar Dubes Kuwait.
Pertemuan itu Bahkan membahas berbagai solusi atas Konflik Bersenjata di Timur Tengah, termasuk persoalan Selat Hormuz. Duta Besar Khalid menekankan pentingnya pembukaan kembali selat tersebut sebagai jalur Perdagangan Global mengingat perannya yang vital bagi stabilitas pasar energi global.
Dalam pertemuan itu, Megawati Bahkan didampingi oleh,Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, serta politikus PDIP M. Guntur Romli. Sebelumnya pada hari yang sama, Megawati Bahkan menerima Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau. (*)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
