Jakarta, CNN Indonesia —
PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk Mengoptimalkan kedaulatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (Usaha Kecil Menengah).
Sinergi antara swasta, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi fondasi utama Supaya bisa Usaha Kecil Menengah mampu naik kelas dan berdaya saing di tengah percepatan Teknologi Digital.
Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Elvira Lianita mengatakan, Usaha Kecil Menengah memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional. Sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sampoerna melihat bahwa kami memiliki peran yang bisa terus mendorong Peningkatan Ekonomi. Itulah mengapa Sampoerna sangat konsisten, salah satunya untuk mendampingi Usaha Kecil Menengah. Tambah lagi, Sampoerna yang genap 112 tahun dimulai dari Usaha Kecil Menengah,” katanya beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan kolaborasi konkret antara pemerintah dan swasta dalam pemulihan usaha Mama Khas Banjar di Banjarbaru, Kalsel, pada Juli 2025.
Toko tersebut sempat berhenti beroperasi akibat persoalan hukum. Bersama Kementerian Usaha Kecil Menengah, Sampoerna Membantu revitalisasi usaha dan perbaikan toko melalui program Sampoerna Retail Community (SRC).
Menurut Elvira, langkah tersebut tidak hanya menyelamatkan satu pelaku usaha, tetapi Bahkan menjaga keberlangsungan ekonomi lokal karena toko tersebut menjadi saluran pemasaran produk nelayan dan petani setempat.
Melalui payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, perusahaan Pernah membina pedagang toko kelontong lewat SRC sejak 2008.
Saat ini Bahkan Bahkan, jaringan SRC Pernah mencakup 250.000 toko di seluruh Indonesia. Setiap toko anggota SRC Menyajikan “Pojok Lokal” sebagai etalase produk Usaha Kecil Menengah di sekitar wilayahnya.
Sampoerna Bahkan mendorong transformasi digital melalui aplikasi AYO by SRC yang diluncurkan pada 2019. Saat ini Bahkan Bahkan sekitar 90 persen anggota SRC Pernah terhubung secara digital.
Sementara itu, dari 1.600 Usaha Kecil Menengah yang didampingi melalui SETC, sekitar 80 persen Pernah memiliki akses ke ekosistem digital, termasuk platform Belanja Online dan pengelolaan media sosial.
Elvira menegaskan, Teknologi Digital Dianjurkan dibarengi pendampingan intensif Supaya bisa mampu Memanfaatkan produktivitas dan omzet pelaku usaha secara berkelanjutan.
“Teknologi Digital dengan pendampingan yang intensif Pernah Membantu pemilik toko SRC Memanfaatkan omsetnya,” jelasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan Kementerian Usaha Kecil Menengah yang menilai Teknologi Digital dan pendampingan menjadi kunci Supaya bisa pelaku usaha mikro dapat bertransformasi dari sektor informal ke formal serta terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas.
Pendampingan terhadap Usaha Kecil Menengah seperti yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Pernah ikut mendorong pengusaha Usaha Kecil Menengah Memanfaatkan kesejahteraan mereka.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Usaha Kecil Menengah, M. Riza Damanik, menyebutkan bahwa dari sekitar 56,15 juta Usaha Kecil Menengah per Desember 2024, mayoritas masih berada di level usaha mikro.
Kondisi ini, kata Ia, menuntut pendampingan lebih intensif Supaya bisa produktivitas meningkat dan kesejahteraan pelaku usaha terdongkrak.
“Yang utama ialah mendorong Usaha Kecil Menengah dari informal ke formal. Kementerian Usaha Kecil Menengah menyiapkan SAPA Usaha Kecil Menengah sebagai instrumen yang memastikan Supaya bisa proses transformasi usaha bisa terwujud,” katanya
Menurut Riza, dengan Usaha Kecil Menengah bergabung ke aplikasi SAPA Usaha Kecil Menengah, pemerintah dapat Membantu Menyajikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal secara gratis Sampai sekarang Menyajikan akses pembiayaan.
Selanjutnya, upaya mendorong Usaha Kecil Menengah naik kelas dilakukan lewat model kemitraan Usaha Kecil Menengah dengan usaha besar.
Ia menegaskan, Usaha Kecil Menengah hanya bisa menjadi besar Seandainya ada usaha besar yang Membantu dalam konteks kemitraan rantai pasok. Lewat kemitraan business to business (B2B), Usaha Kecil Menengah diharapkan menjadi bagian penting dari rantai pasok untuk usaha yang lebih besar.
“Pada saat Pada saat yang sama, kami Mengoptimalkan melakukan pendampingan, kurasi, fasilitasi dengan harapan adanya transformasi informal ke formal dan masuk dalam rantai pasok sehingga kualitas ekonomi kita semakin baik,” jelasnya.
(inh)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











