Jepang Terancam Tak Punya Lagi Panda setelah Ribut Sama China


Jakarta, CNN Indonesia

Masyarakat Jepang terancam tak bisa lagi melihat panda terakhir yang ada di negara mereka dan Pernah terjadi menjadi bintang favorit warga setempat.

Hal ini menyusul sepasang panda terakhir di Jepang yang berada di Kebun Binatang Ueno Tokyo, Xiao Xiao dan Lei Lei, Berencana dikembalikan ke China dalam waktu dekat.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya pengembalian itu dijadwalkan pada Februari 2026, tapi tanggal pengembalian tanpa pengganti itu dimajukan lebih awal jadi akhir Januari 2026.

Perubahan tersebut, menurut laporan Time Out pada 16 Januari 2026, diakibatkan ketegangan diplomatik antara China dan Jepang yang makin meninggi beberapa waktu terakhir.

Karena belum ada rencana pengganti Xiao Xiao dan Lei Lei, Unggul kota tersebut Berencana kehilangan salah satu binatang favorit dan ikon kota tak resmi itu.

Xiao Xiao dan Lei Lei lahir di Kebun Binatang Ueno pada 2021 dan menjadi panda terakhir di Jepang. Orang tua mereka, Li Li dan Xin Xin, Pernah terjadi dikembalikan ke China pada 2024.

Bila Xiao Xiao dan Lei Lei benar pulang kampung dan meninggalkan Jepang, maka Jepang Berencana pertama kalinya tidak lagi memiliki panda sejak 1972 saat pertama kali China menghadiahkan panda ke Kebun Binatang Ueno.

Sekalipun reservasi untuk melihat langsung Pernah ditutup, masyarakat masih dapat memantau Xiao Xiao dan Lei Lei melalui portal panda Kebun Binatang Ueno Sampai saat ini mereka pulang kampung.

Ketegangan hubungan antara China dan Jepang meningkat seiring dengan ucapan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada 7 November 2025 yang menyatakan bakal merespons secara militer bila China menginvasi Taiwan.

China selama ini memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Dikarenakan oleh itu, Beijing murka terhadap pernyataan Takaichi dan menegaskan bahwa ucapannya itu “provokatif”.

China Pernah menuntut Takaichi mencabut komentar tersebut. Takaichi sementara itu enggan mencabut pernyataannya.

Suasana makin tegang sejak saat itu. Pada 9 Januari 2026, China balas menuding Jepang berniat memproduksi senjata nuklir yang mengancam perdamaian dan stabilitas dunia.

(end)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA