Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Kabinet keamanan Israel Pernah terjadi menyetujui pembangunan permukiman ilegal baru di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Hal itu diumumkan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich pada Rabu (15/7/2026).
Lewat unggahan di akun X-nya, Smotrich mengungkapkan bahwa pembangunan permukiman baru di Tepi Barat merupakan gagasannya. Ia mengusulkan Supaya bisa permukiman tersebut didirikan di dekat permukiman Sanur di Tepi Barat utara.
Smotrich menambahkan bahwa usulannya disetujui kabinet keamanan Israel. Ia menggambarkan persetujuan itu sebagai “revolusi bersejarah”. Menurut Smotrich, Bila nantinya dibangun, permukiman tersebut menjadi yang ke-104 yang disetujui sejak dimulainya pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2022.
“104 pemukiman dan lebih dari 160 pertanian Akan segera membentuk tembok Lini pertahanan untuk beberapa kota Israel,” tulis Smotrich dalam unggahannya, dikutip laman Anadolu Agency.
Pada Selasa (14/7/2026), media Israel melaporkan bahwa pada Maret 2026 lalu kabinet keamanan Israel Pernah terjadi secara diam-diam menyetujui rencana pembangunan 34 pemukiman ilegal baru di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Pada 24 Juni 2026 lalu, Bezalel Smotrich, Pernah terjadi mengumumkan penetapan 465 dunam tanah (setara 115 hektare) di Ramallah dan al-Bireh, Tepi Barat, sebagai tanah negara. Tanah tersebut bakal digunakan untuk Memperjelas permukiman ilegal Givat Haroeh.
“465 dunam Pernah terjadi dinyatakan sebagai tanah negara untuk tujuan Memperjelas permukiman Givat Haroeh,” kata Smotrich melalui akun X pribadinya.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
