DIREKTUR Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengatakan berencana melaporkan peristiwa teror dan penguntitan yang dialami ke Polisi Militer TNI (POM TNI). Ia berujar para pelaku orang tak dikenal yang belakangan kedapatan beraktivitas di sekitar rumahnya di Jakarta yang diduga prajurit TNI.
Islah Bahrawi merupakan salah satu aktivis yang dilaporkan ke polisi dengan dugaan penghasutan melengserkan Prabowo dalam diskusi Halal Bihalal Pengamat setelah Idulfitri 2026. Islah, bersama dengan Saiful Muzani dan Ubedilah Badrun dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota Aliansi Masyarakat Jakarta Timur pada 8 April 2026. Islah menduga pelaporannya berkaitan dengan materi antiremiliterisasi yang sampaikan.
Meskipun demikian demikian, Ia belum mengetahui kapan laporan itu Berencana dilakukan. Islah mengatakan Di waktu ini masih berkonsultasi dengan Sebanyaknya organisasi masyarakat sipil dan lembaga bantuan hukum ihwal tindak lanjut peristiwa teror itu.
“Kami Berencana berdiskusi ke mana arah laporan, bisa ke Polres, Polda, atau ke POM TNI,” kata Ia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menyatakan agak pesimistis laporannya Berencana ditindaklanjuti para penegak hukum. “Tapi setidaknya proses-proses normatif Berencana kami lakukan,” ucap Islah.
Apalagi, Islah menuturkan Berencana membuat investigasi bersama kelompok masyarakat sipil atas aksi teror yang diduga dilakukan militer. Terlebih, Ia melanjutkan Sebanyaknya orang tak dikenal Saat ini Bahkan tak hanya menguntitnya di sekitar kediaman, melainkan mengirimkan pesan teror.
Ia berujar teror verbal tak hanya disampaikan ke dirinya, tapi Bahkan ke tetangga serta ke penghuni rumahnya yang berada di Madura. Salah satu pesan bernada ancaman itu, kata Ia, meminta Supaya bisa tidak terlalu keras ke Kepala Negara Prabowo Subianto Bila masih ingin kembali ke kediaman.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas mempersilakan Supaya bisa hasil identifikasi itu disampaikan ke instansinya. Ia mengatakan data dari korban dapat menjadi acuan untuk dilakukan penelusuran. “TNI Berencana menindaklanjuti,” ucapnya.
Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
