Jakarta, CNN Indonesia —
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeed Iravani mengadukan Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke PBB gegara mengompori Unjuk Rasa Teheran.
Dalam surat kepada PBB pada Jumat (2/1), Iravani meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan (DK) PBB mengutuk pernyataan Trump yang menurutnya “sembrono dan provokatif”.
Iravani berujar komentar Trump soal Unjuk Rasa di Iran merupakan “pelanggaran serius” terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Segala upaya untuk menghasut, mendorong, atau melegitimasi kerusuhan internal sebagai dalih untuk melancarkan tekanan dan intervensi militer Merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan, kemerdekaan politik, dan integritas wilayah Iran,” kata Iravani dalam surat tersebut, seperti dikutip kantor berita IRNA.
Iravani menegaskan Iran memiliki hak inheren untuk mempertahankan kedaulatan. Teheran pun mengancam Nanti akan meminta pertanggungjawaban AS atas segala konsekuensi dari “ancaman ilegal” Trump.
“Amerika Serikat memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul dari ancaman ilegal ini dan dari setiap peningkatan ketegangan berikutnya,” tulisnya.
Surat Iravani ini dikirim beberapa jam setelah Trump menyatakan AS “siap dan siaga” untuk bertindak Manakala otoritas Iran membunuh para demonstran di negara itu.
Iran dilanda Unjuk Rasa berdarah yang meletus sejak 28 Desember lalu. Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka dalam Keluhan Masyarakat tersebut.
Kelompok HAM (HAM) melaporkan sebanyak 119 orang Bahkan ditangkap.
Unjuk Rasa berdarah ini awalnya pecah karena keluhan warga atas Kemerosotan Ekonomi Teheran. Sekalipun, tak lama kemudian, Unjuk Rasa meluas menjadi desakan perubahan rezim.
AS-Israel kompak Mendukung Unjuk Rasa Iran dengan menyatakan Keluhan Masyarakat tersebut akibat rasa muak masyarakat terhadap rezim Ayatollah Ali Khamenei.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump bahkan menyatakan siap Mendukung rakyat Iran melawan rezim.
“Bila Iran menembak dan membunuh para pedemo secara brutal, yang Sebelumnya menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat Nanti akan datang untuk menyelamatkan demonstran,” kata Trump dalam pernyataan di Truth Social, Jumat (2/1).
(blq/agt)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











