Cerita Aktivis Flotilla Dijemur Paksa saat Diculik Israel

SEMBILAN warga negara Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla Sudah pulang ke Indonesia, setelah sebelumnya diculik Israel ketika berlayar Ke arah Gaza. Ratusan relawan yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina itu mendapat tindakan penyiksaan oleh tentara Israel.

Heru Rahendro, jurnalis iNews menjadi salah satu korban Kekejaman militer Israel tersebut. Ia bercerita dipaksa dijemur selama dua Sampai saat ini lima jam pada siang di bawah terik matahari. 

Heru berujar penyiksaan ini dialami sebelum para relawan Global Sumud Flotilla dibawa ke bagian imigrasi otoritas Israel. “Kami dijemur dengan posisi telungkup. Lagu-lagu diduga milik Israel Bahkan diputar berulang-ulang selama dua jam,” katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Ahad, 24 Mei 2026.

Militer Israel bakal berteriak keras saat ada relawan Global Sumud Flotilla yang kedapatan bangun dari posisi telungkup selama dijemur. Ia mengatakan perlakuan tersebut sangat menguras tenaga.

“Relawan-relawan Cidera di bagian punggung, kepala. Saya sendiri di badan bagian belakang, karena saya Bahkan sempat diinjak,” ucapnya.

Kekejaman seksual Bahkan dialami para relawan Global Sumud Flotilla. Menurut kesaksian Heru, Israel menelanjangi aktivis untuk kemudian difoto. “Entah apa maksudnya,” ucap Ia.

Perlakuan yang sama Bahkan dirasakan oleh Andre Prasetyo, jurnalis TV Tempo yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla untuk mendobrak blokade Gaza. Ia berujar melakukan hunger strike selama tiga hari.

“Saya hanya makan dan minum sedikit sebelum dilempar ke Asdod,” ucap Andre di Bandara Soekarno-Hatta.

Penyiksaan tak hanya asupan makan dan minum yang dibatasi. Andre bercerita selama ditahan Israel, para aktivis Global Sumud Flotilla mendapat berbagai bentuk tindak Kekejaman fisik. “Teman saya dari Eropa ditembak dengan peluru karet. Kami dibangunkan dengan suara ledakan,” katanya.

Bagian tangan Andre Bahkan terlihat memar-memar. Andre berkata luka itu didapat dari kabel ties yang secara paksa diikat di tangan para relawan Global Sumud Flotilla.

Sekalipun, Andre menyatakan penderitaan yang ia alami tak sebanding dengan yang selama ini dirasakan rakyat Palestina. “Jadi jangan lupa untuk terus Mendukung kemerdekaan Palestina. Saya meminta kepada pemerintah untuk terus mengupayakan proses Politik Luar Negeri,” ucapnya.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version