Jakarta –
Ramainya polemik produk pemanis stevia membuat konsumen Dianjurkan lebih cermat membaca komposisi dan informasi nilai gizi pada kemasan. Pasalnya, klaim seperti zero calorie, no sugar, Sampai saat ini no added sugar memiliki arti yang berbeda dan tidak Setiap Saat berarti produk Sungguh-sungguh bebas gula atau kalori.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan konsumen sebaiknya tidak hanya melihat klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Informasi komposisi (ingredients) dan nilai gizi (nutrition facts) di bagian belakang Bahkan Dianjurkan diperhatikan.
“Jadi itu Pada dasarnya ngelihat Bahkan dari kemasannya. Kan biasanya setiap ada produk itu ada kemasan di belakangnya, ada ingredients-nya, terus Bahkan ada nutrition facts-nya. Terus Bahkan Ditambah lagi kita Dianjurkan lihat Bahkan legalitasnya dari BPOM-nya kalau di Indonesia ya,” jelas dr Yaze dalam tayangan detikSore, Jumat (30/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengingatkan konsumen untuk memperhatikan jumlah gula dalam setiap sajian. Menurutnya, kandungan gula sekitar 8-10 gram Pernah terjadi tergolong cukup besar sehingga Dianjurkan menjadi pertimbangan sebelum membeli produk.
Ditambah lagi, konsumen Dianjurkan memahami perbedaan Sebanyaknya klaim pada kemasan. Misalnya, label no sugar bukan berarti produk sama sekali tidak mengandung gula atau kalori.
“No sugar itu bukan berarti nggak ada sugar sama sekali. Pada dasarnya masih ada, tapi Mungkin Ia per sajian itu cuma 4 kilokalori doang. Jadi Pada dasarnya secara absolut Ia nggak ngasih kalori yang tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, klaim no added sugar berarti tidak ada penambahan gula selama proses pengolahan. Justru, produk tersebut masih Mungkin mengandung gula alami dari bahan bakunya, seperti fruktosa yang terdapat dalam buah.
Adapun label low calorie Bahkan tidak berarti produk bebas kalori. Klaim tersebut menunjukkan kandungan kalori yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis, dengan pengurangan minimal 30 persen.
“Jadi bukan berarti nggak ada, tapi Ia lebih rendah aja,” kata dr Yaze.
Ia menegaskan, pemahaman mengenai klaim tersebut Bahkan berlaku untuk produk makanan dan minuman kemasan. Karena itu, konsumen disarankan tidak hanya terpaku pada klaim di bagian depan kemasan, tetapi turut memeriksa informasi nilai gizi dan komposisinya sebelum membeli.
(suc/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











