Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Makanan yang mengandung probiotik kian mendapat perhatian karena perannya dalam menjaga kesehatan pencernaan sekaligus daya tahan tubuh.
Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang Menyajikan manfaat kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup, terutama dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.
Bakteri baik ini diketahui memiliki beragam manfaat bagi tubuh dan otak, mulai dari Memanfaatkan kesehatan pencernaan, Membantu kesehatan jantung, Memanfaatkan sistem imun, Sampai sekarang Mendukung memperbaiki suasana hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu Trik paling alami untuk memperoleh probiotik Merupakan melalui makanan hasil fermentasi. Melansir Healthline, berikut Sebanyaknya makanan yang diketahui mengandung probiotik dan dapat dikonsumsi sebagai bagian dari Keseharian sehat:
1. Yogurt
Yogurt merupakan salah satu sumber probiotik paling populer. Makanan ini dibuat dari susu yang difermentasi oleh bakteri baik, terutama bakteri asam laktat dan bifidobacteria, yang Mendukung menjaga keseimbangan mikroba di saluran cerna.
Konsumsi yogurt kerap dikaitkan dengan kesehatan pencernaan, tulang, dan jantung. Berbeda dari, tidak semua yogurt mengandung bakteri hidup. Proses pengolahan tertentu dapat menghilangkan probiotik, sehingga penting memilih yogurt dengan label live cultures atau active cultures, serta memperhatikan kandungan gula tambahannya.
2. Kefir
Kefir Merupakan minuman susu fermentasi yang dibuat dengan menambahkan butiran kefir ke dalam susu sapi atau kambing. Minuman ini mengandung kombinasi bakteri asam laktat dan ragi yang bentuknya menyerupai kembang kol.
Beragam jenis probiotik dalam kefir membuatnya bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan perlindungan terhadap infeksi. Kefir Bahkan umumnya lebih mudah ditoleransi oleh orang dengan intoleransi laktosa karena sebagian laktosanya Pernah terjadi terurai selama proses fermentasi.
3. Tempe
Tempe merupakan produk fermentasi kedelai khas Indonesia yang Sekarang dikenal luas di dunia. Proses fermentasi Menyajikan tempe tekstur padat serta cita rasa gurih yang khas.
Selain mengandung probiotik, fermentasi tempe Mendukung Memanfaatkan penyerapan mineral dan menghasilkan vitamin B12, nutrisi yang relatif jarang ditemukan pada pangan nabati. Hal ini menjadikan tempe sebagai sumber protein nabati bernilai tinggi.
4. Sauerkraut atau asinan kubis
Sauerkraut Merupakan kubis yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Selain mengandung probiotik, makanan ini Bahkan kaya serat serta vitamin C dan K.
Untuk mendapatkan manfaat bakteri baiknya secara optimal, sauerkraut sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi tidak dipasteurisasi karena proses pemanasan dapat membunuh mikroorganisme hidup di dalamnya.
5. Kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang biasanya terbuat dari kubis dan dibumbui dengan cabai, bawang putih, jahe, serta garam. Proses fermentasi menghasilkan bakteri asam laktat yang baik bagi kesehatan usus.
Tak hanya Membantu pencernaan, kimchi Bahkan mengandung berbagai vitamin dan mineral penting. Kandungan antioksidan dari bahan-bahan alaminya turut menjadikan kimchi bagian dari pola makan sehat.
|
Ilustrasi. Kimchi. (AFP/ANTHONY WALLACE)
|
6. Miso
Miso Merupakan pasta fermentasi dari kedelai yang umum digunakan dalam masakan Jepang, terutama sebagai bahan dasar sup. Fermentasi miso dilakukan dengan bantuan jamur koji yang menghasilkan rasa umami khas.
Selain probiotik, miso mengandung protein, serat, mineral, serta vitamin K. Konsumsi miso Bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
7. Kombucha
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh hitam atau teh hijau dengan bakteri dan ragi. Minuman ini memiliki rasa asam-manis dan semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait manfaat klinisnya, kombucha tetap mengandung mikroorganisme hasil fermentasi yang berpotensi Membantu kesehatan pencernaan bila dikonsumsi secara wajar.
8. Acar
Acar mentimun yang difermentasi secara alami dalam larutan garam mengandung bakteri asam laktat. Proses ini berbeda dengan acar berbasis cuka yang umumnya tidak mengandung probiotik hidup.
Meski rendah kalori dan mengandung vitamin K, acar fermentasi biasanya tinggi natrium. Karena itu, konsumsinya Harus dibatasi, terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.
9. Buttermilk
Buttermilk merupakan sisa cairan dari proses pembuatan mentega dan secara alami mengandung probiotik. Minuman ini Pernah terjadi lama dikonsumsi di beberapa wilayah Asia Selatan.
Buttermilk dikenal rendah lemak serta mengandung kalsium, fosfor, riboflavin, dan vitamin B. Berbeda dari, buttermilk kemasan modern umumnya Pernah tidak lagi mengandung bakteri hidup.
10. Natto
Natto Merupakan makanan fermentasi kedelai asal Jepang yang memiliki tekstur lengket dan aroma khas. Proses fermentasinya menghasilkan bakteri Bacillus subtilis yang bermanfaat bagi tubuh.
Natto kaya vitamin K2 yang berperan penting dalam kesehatan tulang dan pembuluh darah. Meski rasanya tidak umum bagi sebagian orang, konsumsi natto secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko osteoporosis, terutama pada perempuan pascamenopause.
11. Keju tertentu
Tidak semua keju mengandung probiotik. Berbeda dari, beberapa jenis seperti cheddar, mozzarella, dan gouda masih mempertahankan bakteri hidup selama proses pematangan.
Selain probiotik, keju Bahkan merupakan sumber protein serta berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B6, B12, D, K, kalsium, dan magnesium yang penting untuk kesehatan tulang. Meski begitu, konsumsi keju tetap Harus disesuaikan karena kandungan lemak dan garamnya.
(nga/tis)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











